Show simple item record

dc.contributor.authorTugimin
dc.date.accessioned2026-02-24T07:11:45Z
dc.date.available2026-02-24T07:11:45Z
dc.date.issued2010
dc.identifier.urihttps://dspace.uii.ac.id/123456789/60817
dc.description.abstractEvaluasi Hasil Belajar Ranah afektif merupakan komponen penting dari keseluruhan proses pembelajaran Pendidikan Agama Islam. Di samping sebagai alat monitoring terhadap jalannya proses internalisasi nilai-nilai Islam dalam pembelajaran, evaluasi ranah afektif juga dapat memberi arah yang sangat menentukan berbagai keputusan yang dibuat dalam proses pembelajaran. Sementara, Pendidikan Agama Islam (PAI) mempunyai misi dan jangkauan lebih luas. Dibandingkan dengan mata pelajaran lain, Mata pelajaran ini harus mampu berkomunikasi secara intens dengan mata pelajaran yang lain, serta harus mampu mewarnai nilai-nilai kehidupan secara menyeluruh. Kenyataannya, masih ada sebagian guru PAI yang tidak memahami ruang lingkup ranah afektif sehingga dalam pembelajaran dan evaluasinya kurang mendapat perhatian. Penelitian ini bertujuan: (1) mengungkap kemampuan guru Pendidikan Agama Islam dalam melakukan evaluasi hasil belajar Pendidikan Agama Islam di SMA Negeri 1 Wonosari Klaten, (2) mendeskripsikan pelaksanaan evaluasi hasil belajar ranah afektif yang dilakukan oleh guru tersebut; (3) menganalisis berbagai faktor kendala yang dihadapi, dan (4) menganalisis hasil evaluasi Pendidikan Agama Islam ranah afektif di SMA Negeri 1 Wonosari Klaten. Analisis data penelitian evaluasi hasil belajar pendidikan Agama Islam ranah afektif ini dilakukan melalui analisis yang saling berinteraksi antara tiga komponen, yaitu: reduksi data, sajian data, dan penarikan kesimpulan. Secara garis besar, hasil penelitian ini adalah: (1) dalam menghadapi siswa yang memiliki kemampuan menengah ke bawah, ada sebagian guru Pendidikan Agama Islam bersikap lebih kreatif dan inovatif, agar para siswa senang pada pelajaran Pendidikan Agama Islam, (2) ditemukan dua tipe guru PAI, yaitu tipe guru yang telah melaksanakan Evaluasi Hasil Belajar PAI ranah afektif dan menjadikannya sebagai salah satu penentu dalam menentukan nilai akhir, dan tipe kedua, guru kurang mempunyai perencanaan secara matang tentang ranah afektif baik dalam kegiatan pembelajaran maupun dalam evaluasinya, serta (3) kendala yang dialami para guru adalah belum adanya pedoman yang dapat digunakan untuk merumuskan suatu instrumen dalam rangka evaluasi hasil belajar Pendidikan Agama Islam ranah afektif dan terbatasnya waktu bagi guru PAI untuk melaksanakan evaluasi yang sifatnya menyeluruh, (4) hasil evaluasi PAI ranah afektif para siswa menunjukkan bahwa rata-rata mereka memiliki nilai afeksi di atas Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) sebesar 7,5.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectEvaluasien_US
dc.subjectPendidikanen_US
dc.subjectAfektifen_US
dc.titleEvaluasi Hasil Belajar Pendidikan Agama Islam Ranah Afektif di SMA Negeri 1 Wonosari Klatenen_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM08913038


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record