Show simple item record

dc.contributor.authorHartono, Sri
dc.date.accessioned2026-02-24T06:43:13Z
dc.date.available2026-02-24T06:43:13Z
dc.date.issued2010
dc.identifier.urihttps://dspace.uii.ac.id/123456789/60807
dc.description.abstractParangjoro adalah salah satu desa wilayah kec. Grogol, Kabupaten Sukoharjo Jawa tengah. Pada tahun 1990 an, penduduk didesa Parangjoro ini terjadi semacam dekadensi moral. Setiap ada tontonan, apakah itu dangdut atau layar tancap, di wilayah desa Parangjoro, juga sering terjadi keributan yang melibatkan penduduk, namun didesa ini ada tradisi adat yang sangat kental dengan kekompakan dan kebersamaan yaitu budaya Ahlen Balalan. Pada tahun 2007 sampai sekarang, kegiatan-kegiatan yang bersifat anarkhis sudah sangat jarang terjadi. Ini disebabkan karena adanya figur tokoh Agama yang mau aktif dalam pembinaan masyarakat. Para tokoh Agama ini mampu memberi pengarahan dan bimbingan kepada masyarakat Parangjoro, dan bahkan figur ini sudah membentuk kelompok-kelompok pengajian. Sekarang ada 3 kelompok pengajian remaja, 5 kelompok pengajian bapak-bapak dan 3 kelompok pengajian Ibu-ibu. Dengan demikian desa Parangjoro tidak lagi seperti sebelumnya yang judi, mabuk dan berhura-hura. Keadaan desa Parangjoro inilah yang menggelitik penulis untuk melakukan penelitian, mengungkap masalah-masalah tersebut dengan penelitian kualitatif dengan cara mendatangi para tokoh dan ulama juga Kepala Desa Parangjoro yang penulis anggap mampu untuk memberikan jawaban yang representative, sehingga data-data yang penulis peroleh di harapkan dapat memperoleh jawaban secara utuh. Data yang kami peroleh dianalisis dalam bentuk kualitatif melalui survey dan wawancara terhadap responden yang di mungkinkan dapat mewakili populasi. Dengan penelitian yang penulis lakukan dapat mengungkap berbagai persoalan yang selama ini terabaikan oleh kalangan pendidik, khususnya pendidik agama islam. Dan terabaikan pula oleh tokoh-tokoh masyarakat yang berkecimpung di bidang agama Islam, khususnya tokoh-tokoh yang sering memberikan khotbah jum’at di masjid Wilayah Parangjoro. Pendidik dan tokoh-tokoh agama Islam harus ada kepedulian terhadap berbagai persoalan yang ada di wilayah Parangjoro. Sehingga terbentuklah masyarakat yang damai aman dan sejahtera.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectPersahabatanen_US
dc.subjectPersatuan Kunci Perdamaianen_US
dc.titleMitos Kepercayaan dan Budaya Jawa Ahlen Balalan Perspektif Pendidikan Islam (Studi di Desa Parangjoro Kecamatan Grogol Kabupaten Sukoharjo)en_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM08913037


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record