Show simple item record

dc.contributor.authorSafuroh, Siti
dc.date.accessioned2026-02-23T03:53:47Z
dc.date.available2026-02-23T03:53:47Z
dc.date.issued2005
dc.identifier.urihttps://dspace.uii.ac.id/123456789/60775
dc.description.abstractTesis ini merupakan penelitian tindakan kelas untuk meningkatkan aktivitas belajar siswa dalam proses belajar mengajar dengan metode Iqro di TPQ Istiqlal Talunombo. Metode pengumpulan data terdiri dari library research dan field research. Field research meliputi metode observasi partisipatif, dokumentasi dan interview. Adapun analisis datanya menggunakan deskriptif analisis, dengan data pendukungnya matriks dan diagram ven. Penelitian ini terdiri dari dua siklus, dan setiap siklus terdiri dari empat langkah, yaitu perencanaan, tindakan, pengamatan dan refleksi. Setiap siklus ada lima tindakan yang dilakukan oleh guru, siswa dan peneliti. Hasil pengamatan peneliti terhadap guru pada siklus pertama: guru membuat persiapan dengan baik, guru tidak memberikan appersepsi, guru kurang memberikan motivasi kepada siswa, guru membagikan kartu prestasi kepada siswa, guru menjelaskan komunikasi yang dilakukan oleh siswa, guru menerapkan komunikasi tranaksi dan memberi tugas kepada siswa, guru memberikan bantuan kepada siswa pasif tetapi menunggu pertanyaan dari siswa, guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk berkomunikasi dan mengemukakan pendapat, guru kurang memperhatikan aktivitas siswa secara individual, komunikasi yang tercipta kurang aktif, guru mengevaluasi kegiatan komunikasi tranaksi dan memberikan pujian kepada siswa yang paling aktif berkomunikasi. Siklus pertama, dengan jumlah peserta 20 orang, terdapat 100 % mau belajar mandiri, 60 % mau bertanya kepada siswa lain, 40% mau bertanya kepada guru, 35 % berani mengemukakan pendapat kepada siswa lain, 25 % berani mengemukakan pendapat kepada guru, 45 % melakukan komunikasi aktif terhadap sumber belajar, 35 % melakukan komunikasi aktif terhadap siswa lain, dan 45 % melakukan komunikasi aktif terhadap guru. Pada siklus kedua: guru membuat persiapan dengan baik, guru memberikan appersepsi, guru memberikan motivasi kepada siswa, guru membagikan kartu prestasi kepada siswa, guru menjelaskan komunikasi yang dilakukan oleh siswa, guru menerapkan komunikasi tranaksi dan memberi tugas kepada siswa, guru aktif memberikan bantuan kepada siswa, guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk berkomunikasi dan mengemukakan pendapat, guru memperhatikan aktivitas siswa secara individual, dan aktif membantu siswa yang mengalami kesulitan secara berkeliling, komunikasi yang tercipta lebih aktif, guru mengevaluasi kegiatan komunikasi tranaksi dan memberikan pujian kepada siswa yang paling aktif berkomunikasi. Siklus kedua dengan jumlah peserta 20 orang, terdapat 100 % mau belajar mandiri, 75 % mau bertanya kepada siswa lain, 60 % mau bertanya kepada guru, 50 % berani mengemukakan pendapat kepada siswa lain, 40 % berani mengemukakan pendapat kepada guru, 55 % melakukan komunikasi aktif terhadap sumber belajar, 50 % melakukan komunikasi aktif terhadap siswa lain, dan 50 % melakukan komunikasi aktif terhadap guru. Dengan komunikasi tranaksi maka aktivitas belajar siswa dapat meningkat.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectKomunikasi Tranaksien_US
dc.subjectModel Pembelajaranen_US
dc.subjectMetode Iqroen_US
dc.titleKomunikasi Transaksi sebagai Model Pembelajaran Membaca Al-Quran di TPQ Istiqlal Talunombo Kecamatan Baturetno Kabupaten Wonogiri (Studi Kritis Terhadap Metode Iqro)en_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM03913106


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record