| dc.description.abstract | Pelaksanaan pendidikan Islam, seperti halnya pelaksanaan pendidikan lainnya, terdiri dari berbagai komponen yang membentuk sebuah sistem aplikasi pendidikan. Di antara komponen dalam pendidikan Islam adalah guru yang dipandang sebagai ujung tombak keberhasilan sebuah pelaksanaan pendidikan Islam, selain beberapa komponen lainnya, seperti kurikulum sarana, siswa, dan seterusnya. Dalam perspektif filsafat pendidikan Islam, sosok atau figur seorang guru dipahami sebagai pribadi yang memiliki integritas dan kepribadian yang mulia, di samping kualitas intelektual yang memadai untuk membimbing umat ke arah yang lebih cerah di bawah sinar ilmu ilahi. Namun demikian, dari beberapa kurun waktu perjalanan sejarah, peran dan fungsi ideal guru dalam pelaksanaan pendidikan agaknya mengalami degradasi, sehingga masyarakat Islam tampak kurang memiliki semangat untuk mencermati varian disiplin keilmuan, terutama disiplin pengetahuan umum (secular sciences). Padahal tuntunan utama Islam-Al-Qur'an-tidak pernah membedakan antara kedua disiplin itu secara ekstrem. Penelitian ini, dengan menggunakan pendekatan filsafat pendidikan Islam mencoba menganalisis profesionalitas guru. Profesionalitas, sebagai konsep kematangan dan kedewasaan profesi tampaknya perlu direkomendasikan untuk meningkatkan kualitas pengabdian guru terhadap tugas-tugas pengajaran dan pendidikannya. Paradigma lama mengenai peran dan fungsi guru sebagai pemegang dan penguasa tunggal informasi di ruang kelas agaknya perlu dievaluasi secara kritis. Selanjutnya, guru perlu menginternalisasikan beberapa pola sikap dan nilai profesionalitas keguruan sebagai pengimbang perkembangan modernitas. Dalam konteks yang lebih luas, guru-khususnya di lembaga pendidikan Islam penting melakukan beberapa agenda untuk meningkatkan profesionalitasnya, di antaranya dengan terus melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan pengetahuannya melalui pelatihan, penataran, dan pendidikan tambahan. Untuk itu, para guru harus memiliki komitmen untuk mengembangkan potensi siswa secara maksimal dengan melakukan akses informasi secara intens. Dalam hal ini, penting juga dipahami bahwa pemikiran filsafat pendidikan Islam dapat dijadikan basis pengembangan profesionalitas guru. Dengan berpedoman kepada beberapa standar profesionalitas dan kompetensi guru diharapkan guru masa depan semakin mampu mengemban tugas pendidikan dengan baik dan maksimal. Dengan demikian, berarti pula ada sebuah harapan untuk membangun paradigma pendidikan yang mencerahkan. | en_US |