Show simple item record

dc.contributor.authorMuthi'ah, Diana
dc.date.accessioned2026-02-21T04:17:22Z
dc.date.available2026-02-21T04:17:22Z
dc.date.issued2010
dc.identifier.urihttps://dspace.uii.ac.id/123456789/60744
dc.description.abstractFenomena kemandirian ekonomi pesantren, ternyata tidak dapat disepelekan begitu saja sebagaimana pandangan beberapa kalangan yang menilai bahwa hal tersebut merupakan konsekuensi logis dari upaya pesantren untuk bertahan di tengah-tengah tuntutan kemodernan zaman. Betapa tidak, ekonomi pesantren telah berkembang dan menyentuh berbagai macam unit usaha. Sehingga, patutlah apabila dikatakan bahwa kemandirian tersebut memang berkait langsung dengan ketaatan beragama, yang dipraktekkan oleh para santri. Doktrin-doktrin keagamaan telah menjadi motivasi serta dorongan psikologis untuk memajukan usaha-usaha yang ada di pesantern sehingga memunculkan kemandirian ekonomi pesantren. Fenomena ini sekaligus membenarkan bahwa memang terdapat hubungan yang saling mengisi dan menguatkan antara doktrin keagamaan dan kemandirian ekonomi. Yang disediakan agama guna kelengkapan manusia dalam berusaha adalah etika sebagai ajaran baik-buruk, benar-salah, atau ajaran tentang moral khususnya dalam perilaku dan tindakan-tindakan ekonomi yang bersumber terutama dari ajaran agama. Etika ekonomi Islam itu sendiri sebenarnya termuat dalam lebih dari seperlima ayat ayat yang dimuat dalam Al-Quran. Kemandirian ekonomi pesantren lebih jauh dapat dikatakan sebagai bagian dari kebangkitan ekonomi Islam. Jika etika agama Kristen-Protestan telah melahirkan semangat (spirit) kapitalisme, maka etika agama Islam tidak mengarah pada kapitalisme maupun sosialisme. Jika kapitalisme menonjolkan sifat individualisme dari manusia, dan sosialisme pada kolektivisme, maka Islam menekankan empat sifat sekaligus yaitu, kesatuan (unity), keseimbangan (equilibrium), kebebasan (free will) dan tanggung jawab (responsibility). Pondok pesantren Nurul Ummah yang memiliki beragam unit usaha menunjukkan bahwa etika Islam berupa keikhlasan, kesederhanaan, kemandirian, istiqomah, kejujuran dan banyak nilai-nilai lainnya, telah membawa kesuksesan para santri dalam mengembangkan unit-unit usaha. Dan pondok pesantren Nurul Ummah hanyalah salah satu dari puluhan ribu pesantren di Indonesia yang telah menunjukkan gejala kearah kemandirian ekonomi dengan berbagai spesifikasinya, baik itu kemajuan di industri, pertanian, perkebunan dan jasa. Sebagai pesantren yang berada di daerah perkotaan Yogyakarta, Nurul Ummah menunjukkan kemandiriannya disektor perkotaan yaitu sektor perdagangan, jasa serta sektor agrobisnis.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectKemandirian Pesantrenen_US
dc.subjectEkonomi Islamen_US
dc.subjectEkonomi Pesantrenen_US
dc.subjectDoktrin Agamaen_US
dc.titlePemberdayaan Ekonomi Pesantren (Studi Hubungan Antara Ketaatan Beragama Santri dengan Kemandirian Ekonomi PP. Nurul Ummah)en_US
dc.typeThesisen_US


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record