| dc.description.abstract | Sampai tahun 50-an, diunia hanya dipenuhi pertentangan ideologi antara kapitalisme dari satu pihak dan komunisme dipihak lain, kedua kubu, dengan petentangan mati-matian berpangkal pada satu falsafah hidup yang dinamakan materialisme (falsafah kebendaan), seolah-olah manusia melupakan bahwa dibalik materi yang diperjuangankannya, masih ada kekuatan gaib yang harus diyakini dan ditakuti yaitu tuhan yang maha esa. Munculnya system ekonomi kapitalisme dan sosilais ditengah masyarakat dengan beberapa prinsip yang dimiliki masing-masing, memiliki kelebihan dan "keukarangannya Ekonomi kapitalisme cenderung beroentasi pada pertumbuhan sebagai tujuan dalam mencapai kemakmuran individual bukan kemuakmura masyarakat, sedangkan ekonomi sosialis lebih mengedepankan pada aspek kolektivisme. Kehadiran ekonomi Islam mempunyai nuansa tersendiri yang pada gilirannya diharapkan mampu menghapus ketidakadilan dan eksploitasi terhadap masyarkat. Islam membawa falsafah tentang harta dunia yang menguasai sebagian faham manusia didunia, yaitu falsafah ketuhanan. Falsafah ini berbeda sekali dengan faham Universalisme dari gereja pada abad pertengahan yang lalu dan faham Individualisme yang biasa diartikan orang, salah satu sumbangan terbesar Islam. Kepada umat manusia yakni prinsip keadilan dan pelaksanaanya dalam setiap aspek kehidupan manusia. Adapun penelitian ini adalah studi literatur/konsep yang pembahasannya mengunakan methode deskriftif, komparatif dan analitik. Setelah dilakukan penelitian secara konferhensif, ternyata penulis mendapatkan kesimpulan bahwa ada kelebihan/kekuarangan dari masing-masing sistem, yakni bahwa prinsip atau persoalan keadilan bila di kaitkan dengan aspek ekonomi baik kepemilikan, konsumsi dan distribusi pendapatan akan terlihat persamaan dan perbedaannya yang lebih unggul adalah Islam, yakni prinsip berkeadilan. | en_US |