Analisis Kualitas Udara dalam Ruang Laboratorium Teknik Sipil Universitas Islam Indonesia Parameter: TSP, Pb, dan Cr
Abstract
Kualitas udara di Laboratorium Teknik Sipil dipengaruhi oleh aktivitas praktikum yang menggunakan material seperti semen, beton, aspal, agregat, dan baja, yang berpotensi menghasilkan Total Suspended Particulate (TSP) serta logam berat Timbal (Pb) dan Kromium (Cr). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan konsentrasi TSP, Pb, dan Cr pada saat ada dan tidak adanya aktivitas praktikum, serta mengidentifikasi persepsi risiko dan potensi dampak kesehatan pengguna laboratorium. Pengambilan sampel dilakukan di dalam ruang Laboratorium Bahan Konstruksi Teknik dan Laboratorium Jalan Raya menggunakan Low Volume Air Sampler (LVAS) untuk TSP dan Atomic Absorption Spectrophotometry (AAS) untuk pengujian terhadap Pb dan Cr. Hasil menunjukkan bahwa konsentrasi TSP meningkat signifikan saat praktikum, dengan nilai tertinggi 2,888 mg/m³ pada Laboratorium Jalan Raya. Konsentrasi Pb tertinggi tercatat 0,065888 mg/m³ dan Cr tertinggi 0,0024 mg/m³, dengan Cr pada beberapa titik melampaui baku mutu Permenaker No. 5 Tahun 2018. Kuesioner menunjukkan sebagian besar responden merasakan paparan debu, endapan partikulat, bau logam/kimia, serta beberapa keluhan kesehatan seperti batuk, sesak napas, iritasi kulit, dan sakit kepala. Walaupun sebagian parameter masih di bawah baku mutu, potensi risiko kesehatan tetap ada, terutama akibat paparan kumulatif dan ventilasi yang kurang efektif. Upaya pengendalian disarankan melalui perbaikan ventilasi, peningkatan kesadaran penggunaan APD, dan pemantauan rutin kualitas udara.
Collections
- Environmental Engineering [1831]
