Optimasi Ekstraksi Buah Kapulaga Jawa (Amomum Compactum) Menggunakan Ekstraksi Fluida Superkritik dengan Pendekatan Response Surface Methodology
Abstract
Penelitian ini dilakukan proses optimasi ekstraksi dari biji kapulaga jawa (Amomum compactum) menggunakan metode ekstraksi fluida superkritis (Supercritical Fluid Extraction/SFE) dengan pelarut CO₂. Peneliti melakukan proses ekstraksi dengan memvariasikan tiga faktor, yaitu suhu, tekanan, dan waktu ekstraksi berdasarkan rancangan Box-Behnken Design pada Response Surface Methodology (RSM).Proses ekstraksi menghasilkan ekstrak berupa cairan kental berwarna cokelat dengan aroma rempah yang kuat. Rendemen minyak yang diperoleh berkisar antara 0,80–1,28%. Hasil tersebut menunjukkan bahwa perubahan kondisi operasi memberikan pengaruh yang signifikan terhadap jumlah minyak yang terekstraksi, dengan suhu sebagai faktor yang paling berpengaruh, diikuti oleh tekanan dan waktu ekstraksi.Hasil analisis GC-MS menunjukkan bahwa minyak kapulaga jawa mengandung senyawa golongan monoterpenoid, seskuiterpenoid, dan α-terpineol sebagai komponen utama. Optimasi menggunakan RSM menghasilkan kondisi proses ekstraksi optimum pada suhu 40 °C, tekanan 16 MPa, dan waktu 40 menit dapat mengekstraksi kapulaga dengan menghasilkan rendemen yang tinggi serta mempertahankan kualitas ekstrak yang diperoleh.Pada kondisi optimum, diperoleh yield sebesar 0,6871% dan hasil tersebut sesuai dengan nilai prediksi model dengan tingkat kesesuaian sebesar 95%. Uji aktivitas antioksidan menunjukkan bahwa minyak pada kondisi optimum memiliki kemampuan sebagai penangkal radikal bebas dan berpotensi dimanfaatkan sebagai bahan baku pada industri pangan, kosmetik, dan farmasi.
Collections
- Chemistry [737]
