Pendidikan Pra Nikah Badan Penasihatan, Pembinaan dan Pelestarian Perkawinan (BP4) Kabupaten Purworejo dan Gereja Katolik Santa Perawan Maria (SPM) Purworejo
Abstract
Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif, memaparkan tentang analisa deskripsi model pendidikan pra nikah yang dilaksanakan oleh Badan Penasihatan, Pembinaan dan Pelestarian Perkawinan (BP4) Kabupaten Purworejo dan pendidikan pra nikah yang dilaksanakan oleh Gereja Katolik Santa Perawan Maria (SPM) Purworejo. Penelitian dilatar belakangi oleh pentingnya mewujudkan tujuan perkawinan dari sudut pandang normatif maupun sosial, sementara lembaga yang menyiapkan hal itu telah berkiprah lama dan dikenal masyarakat yakni BP4 dan Gereja Katolik. Karena pendidikan pra nikah masuk dalam kategori pendidikan non formal, karakteristik non formal dan pesertanya dapat didekati dari teori pendidikan orang dewasa. Rumusan masalahnya adalah bagaimana model pendidikan pra nikah yang dikembangkan pada BP4 dan Gereja itu. Deskripsi model pendidikan pra nikah ini, dimaksudkan untuk memberikan analisa mendalam dari pendekatan ilmu pendidikan dan menggali kemungkinan model pendidikan yang tepat bagi pendidikan pra nikah ke depan. Gambaran model pendidikan pra nikah pada dua lembaga tersebut digali melalui pengamatan, dokumentasi dan wawancara. Analisa data dilakukan dengan menggunakan model interaktif menurut Miles and Huberman. Analisa dilakukan melalui langkah: reduksi data, display data dan menarik kesimpulan.
Kesimpulan penelitian ini bahwa model pendidikan pra nikah yang dilaksanakan oleh BP4 Kabupaten Purworejo adalah model simposium dengan ciri utama: pelaksanaan selama satu hari; materi yang diberikan hanya untuk menambah pengetahuan yang telah dimiliki peserta; peserta pasif sehingga tidak ada partisipasi dari peserta; acara dimulai dengan sambutan pelaksana dilanjutkan penyajian materi olch dua atau tiga pemateri; sesi tanya jawab tidak diprioritaskan; dan posisi peserta seluruhnya duduk berbaris menghadap pembicara. Pilihan BP4 terhadap model simposium karena pendidikan pra nikah dalam pandangan Islam lebih menonjolkan aspek penasihatan, di mana pemberi materi memberikan penjelasan tentang perkawinan dalam Islam secara oral dan peserta menyimak dengan seksama untuk selanjutnya dicerna sendiri dan dapat dimanfaatkan dalam kehidupan keluarganya kelak. Sedangkan model pendidikan pra nikah yang dilaksanakan oleh Gereja Katolik SPM Purworejo merupakan kursus kilat dengan ciri utama: waktu pelaksanaan selama tiga hari; tersedia modul pendidikan sebagai acuan; interaksi peserta dengan pembicara berjalan lancar karena menggunakan metode yang partisipatif; dan peran serta peserta dalam pendidikan nampak pada setiap sesinya. Pilihan Gereja Katolik SPM Purworejo terhadap model kursus kilat karena Gereja lebih mengedepankan proses pelatihan, di mana peserta diharapkan terlibat secara penuh dalam proses pendidikan dan dapat menyerap materi serta terinternalisasi dalam kehidupan keluarganya kelak.
Collections
- Master of Islamic Studies [1680]
