Strategi Pembelajaran Nahwu dan Saraf di MA Ali Maksum Pondok Pesantren Krapyak Yogyakarta
Abstract
Nahwu dan saraf, merupakan ilmu yang sangat penting untuk menunjang dan mempermudah dalam menguasai bahasa Arab. Karena begitu pentingnya kedua ilmu tersebut, maka keduanya dikenal ilmu alat, yaitu alat untuk membaca kitab-kitab kuning/klasik. Akan tetapi sampai saat ini banyak siswa Madrasah Aliyah Berbasis Pesantren merasa kesulitan memahami ilmu naḥwu dan şaraf. Berangkat dari permasalahan tersebut, penulis bermaksud meneliti strategi pembelajaran naḥwu dan şaraf yang diterapkan guru Madrasah Aliyah Ali Maksum Pondok Pesantren Krapyak Yogyakarta. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif, metode pengumpulan data dilakukan dengan metode observasi, interview, dan dokumentasi. Selanjutnya metode yang digunakan untuk menganalisis data adalah deskriptif-analitik, yaitu metode yang digunakan untuk menyusun data yang telah terkumpul, dijelaskan, dan kemudian dianalisis. Hasil dari penelitian ini ialah ; strategi pembelajaran naḥwu dan saraf yang dilakukan oleh guru Madrasah Aliyah Ali Maksum diantaranya adalah sebagai berikut; strategi membaca teks kitab, muhadasah bahasa Arab, strategi game (permainan bahasa/demonstrasi), pengembangan naḥwu dan saraf, yang sesuai kebutuhan atau yang paling banyak digunakan., pemberian hadiah/sanksi, memotivasi siswa dengan kalam hikmah atau bait nazam (syi'ir), aplikasi contoh berupa al- Qur'an dan al-Hadis. Strategi pembelajaran ini telah mencapai hasil yang cukup signifikan karena telah mencapai nilai yang ditetapkan (KKM). bahkan siswa/siswi Madrasah Aliyah Ali Maksum sering menjuarai dalam berbagai event lomba membaca kitab kuning (MQK), baik di tingkat kabupaten, propinsi bahkan tingkat nasional.
Collections
- Master of Islamic Studies [1680]
