• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Civil Engineering and Planning
    • Environmental Engineering
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Civil Engineering and Planning
    • Environmental Engineering
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Potensi Kompos, Arbuscular Mycorrhizal Fungi, dan Plant Growth Promoting Rhizobacteria Untuk Remediasi Lahan Bekas Pengolahan Tambang Emas Rakyat di Kabupaten Kulon Progo

    Thumbnail
    View/Open
    20513206.pdf (1.677Mb)
    Date
    2025
    Author
    Zahran, Nabila Putri
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Tambang Emas Rakyat merupakan tambang emas yang dikelola oleh perseorangan dan umumnya tidak memiliki izin yang resmi. Salah satu tambang emas rakyat terletak di Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta. Pengolahan emas pada tambang emas rakyat tidak lepas dari limbah tailing yang mengandung logam berat. Penambangan emas pada umumnya menggunakan merkuri (Hg) untuk memisahkan bijih emas melalui proses amalgamasi. Tailing penambangan emas mengandung logam berat seperti merkuri (Hg). Hal ini menjadi urgensi untuk dilakukan penelitian terkait potensi kompos, Arbuscular Mychorrizal Fungi (AMF), dan Plant Growth Promoting Rhizobacteria (PGPR) pada Capsicum frutescens L. untuk mengurangi risiko dari logam merkuri serta mengetahui pengaruhnya terhadap nutrisi di tanah bekas pengolahan tambang emas rakyat di Kabupaten Kulon Progo. Pengujian logam berat Hg menggunakan Inductively Coupled Plasma Optical Emission Spectrometric (ICP-OES). Pengujian fosfor menggunakan Spektrofotometer UV-Vis. Metode analisis data menggunakan pendekatan standar deviasi untuk data pertumbuhan tanaman. Hasil yang didapatkan adalah laju pertumbuhan tanaman dengan perlakuan kompos, AMF, dan PGPR cenderung lebih tinggi dibandingkan dengan tanaman kontrol selama 6 minggu. Kadar logam merkuri (Hg) pada tanah cenderung lebih rendah dengan pemberian bahan pembenah tanah berupa kompos, AMF, dan PGPR
    URI
    https://dspace.uii.ac.id/123456789/60663
    Collections
    • Environmental Engineering [1831]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV