Potensi Kompos, Arbuscular Mycorrhizal Fungi, dan Plant Growth Promoting Rhizobacteria Untuk Remediasi Lahan Bekas Pengolahan Tambang Emas Rakyat di Kabupaten Kulon Progo
Abstract
Tambang Emas Rakyat merupakan tambang emas yang dikelola oleh perseorangan dan umumnya tidak memiliki izin yang resmi. Salah satu tambang emas rakyat terletak di Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta. Pengolahan emas pada tambang emas rakyat tidak lepas dari limbah tailing yang mengandung logam berat. Penambangan emas pada umumnya menggunakan merkuri (Hg) untuk memisahkan bijih emas melalui proses amalgamasi. Tailing penambangan emas mengandung logam berat seperti merkuri (Hg). Hal ini menjadi urgensi untuk dilakukan penelitian terkait potensi kompos, Arbuscular Mychorrizal Fungi (AMF), dan Plant Growth Promoting Rhizobacteria (PGPR) pada Capsicum frutescens L. untuk mengurangi risiko dari logam merkuri serta mengetahui pengaruhnya terhadap nutrisi di tanah bekas pengolahan tambang emas rakyat di Kabupaten Kulon Progo. Pengujian logam berat Hg menggunakan Inductively Coupled Plasma Optical Emission Spectrometric (ICP-OES). Pengujian fosfor menggunakan Spektrofotometer UV-Vis. Metode analisis data menggunakan pendekatan standar deviasi untuk data pertumbuhan tanaman. Hasil yang didapatkan adalah laju pertumbuhan tanaman dengan perlakuan kompos, AMF, dan PGPR cenderung lebih tinggi dibandingkan dengan tanaman kontrol selama 6 minggu. Kadar logam merkuri (Hg) pada tanah cenderung lebih rendah dengan pemberian bahan pembenah tanah berupa kompos, AMF, dan PGPR
Collections
- Environmental Engineering [1831]
