Upaya Guru dalam Menumbuhkan Suasana Keagamaan dan Motivasi Belajar Siswa (Penelitian di SMP Negeri I Singaparna Tasikmalaya)
Abstract
Motivasi belajar siswa adalah sebuah daya yang mendorong siswa melakukan aktivitas belajar dengan baik untuk mencapai tujuan dalam pembelajaran. Kekurangan atau ketiadaan motivasi, baik yang bersifat internal maupun yang bersifat eksternal, akan menyebabkan kurang bersemangatnya siswa dalam mengikuti proses pembelajaran. Salah satu peranan guru dalam pembelajaran adalah pendorong kreativitas siswa. Oleh karena itu, ia dituntut kreatif menggali berbagai upaya dalam membangkitkan motivasi belajar siswa. Menumbuhkan suasana keagamaan di lingkungan sekolah dapat dijadikan salah satu cara memotivasi siswa dalam Pendidikan Agama Islam. Menumbuhkan suasana keagamaan sebagai alat motivasi belajar telah dijadikan sebuah upaya oleh guru agama di SMP Negeri I Singaparna Tasikmalaya. Untuk membuktikan ada tidaknya pengaruh upaya tersebut terhadap motivasi belajar siswa, perlu diadakan penelitian dengan rumusan masalah: "Bagaimana upaya guru agama dalam menumbuhkan suasana keagamaan dan motivasi belajar siswa pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam di SMP Negeri I Singaparna Tasikmalaya?". Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui realitas upaya guru agama dalam menumbuhkan suasana keagamaan dan motivasi belajar siswa pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam di SMP Negeri I Singaparna Tasikmalaya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif, dengan teknik pengumpulan data untuk variabel X menggunakan angket dan variabel Y menggunakan tes tulis. Data dianalisis menggunakan data kuantitatif dengan analisis statistik yakni dengan menggunakan pendekatan parsial dan pendekatan korelasional. Berdasarkan penelitian maka diperoleh hasil bahwa upaya guru dalam menumbuhkan suasana keagamaan dan motivasi belajar siswa berkategori cukup berhasil dilihat dari hasil prosentasi 75 % pemahamam keagamaan siswa dan prestasi belajar pada mata pelajaran pendidikan agama Islam meningkat. Dari hasil penelitian diketahui bahwa upaya guru Pendidikan Agama Islam dalam menumbuhkan suasana keagamaan dapat dikategorikan baik. Hal ini dibuktikan dengan diperolehnya nilai terbesar 75 dari nilai terendah 15. Oleh karena itu, angka rata-rata 3,96 berada pada skala 3,5-4,5 pada kriteria nilai tinggi. Motivasi belajar siswa pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dapat dikatakan tinggi sebesar 75 dan nilai terendahnya sebesar 40, sedangkan nilai rata-ratanya sebesar 59,67 dengan kualifikasi rendah, hal ini karena berada di antara kriteria nilai 50 - 59. Hubungan antara dua variabel dapat dikatakan tinggi. Hal ini ditunjukan oleh nilai koefisien korelasi sebesar 0,61 dengan kualifikasi tinggi, karena berada di antara kriteria 0,61 -0,80. Adapun hasil uji hipotesisnya menunjukan bahwa perolehan nilai t hitung = 6,51 lebih besar dari t tabelnya =2,00. Kadar pengaruh perubahan dilihat dari upaya guru Pendidikan Agama Islam dalam menumbuhkan suasana keagamaan memberikan pengaruh 9 terhadap motivasi belajar siswa, sehingga diperkirakan masih teradapat 91% faktor lain yang dapat meningkatkan motivasi belajar siswa.
Collections
- Master of Islamic Studies [1680]
