Preferensi Masyarakat terhadap Bank Syariah di Kota Samarinda
Abstract
Makin maraknya berdiri bank di Indonesia, khususnya bank yang berlabelkan Islam (bank syari'ah), merupakan suatu fenomena baru bagi bangsa kita saat ini. Pertumbuhan bank ini, (bank syari'ah) menjadi semakin banyak dipertimbangkan manakala krisis ekonomi melanda Indonesia. Di samping itu adanya kenyataan bahwa 63 bank konvensional ditutup, 14 di take over, 9 di rekapitalisasi, dan terakhir pada Oktober 2001 kembali Unibank masuk ke dalam daftar Bank Beku Kegiatan Operasi (BBKO), ditambah lagi dengan adanya perubahan UU. No. 7 Tahun 1992 menjadi UU. No. 10 Tahun 1998 tentang perbankan, menjadikan bank syari'ah menempati posisi tersendiri di tengah masyarakat Indonesia yang mayoritas beragama Islam terlebih khusus umat Islam Kota Samarinda.Tesis ini berupaya semaksimal mungkin untuk mengeksplorasi pendapat masyarakat Kota Samarinda tentang datangnya fenomena baru dalam perbankan, yaitu telah hadirnya di negeri ini bank dengan sistem bagi hasil (profit and loss sharing) atau yang lebih kita kenal dengan bank syari'ah.Berdasarkan kenyataan-kenyataan yang penulis rasakan di atas, muncullah pertanyaan mendasar: 1) Apakah bank syari'ah dapat menjadi alternatif setelah bank konvensional, 2) Apakah bank syari'ah prospektif apabila dikembangkan di Kota Samarinda.Cluster Random Sampling, dengan 300 orang responden merupakan pilihan bagi penulis sebagai teknik sampling, dan pengumpulan data penulis mempergunakan; observasi, interview, dokumenter, dan kuisioner. Sedangkan teknik analisis penulis mempergunakan analisis secara berganda, yaitu analisis Grand Mean dan analisis Regresi Ganda.Untuk menjawab pertanyaan apakah bank syari'ah dapat menjadi alternatif setelah bank konvensional, penulis mempergunakan Analisis Grand Mean, sedangkan untuk pertanyaan apakah bank syari'ah prospektif apabila didirikan di Kota Samarinda penulis mempergunakan Analisis Regresi Ganda.Hasil analisis grand mean diperoleh $t$ hitung sebesar 7.69 dan $t$ tabel dengan taraf signifikansi 5% sebesar 1.96. Ini berarti bahwa, keberadaan perbankan syari'ah di Kota Samarinda dapat menjadi alternatif setelah bank konvensional. Dan dari analisis regresi diperoleh R-Square sebesar 0.7197. Angka ini menunjukkan bahwa adanya hubungan atau pengaruh variabel penelitian terhadap preferensi masyarakat terhadap bank syari'ah. Dengan demikian, dari 91.13% umat Islam yang ada di Kota Samarinda akan menjadi prospek bagi pendirian bank syari'ah di Kota Samarinda. Hal ini juga dibuktikan dengan pengujian $t$ hitung variabel komitmen keislaman yang memperoleh angka 26.30 dari 1.96 pada $t$ tabel $\alpha$ 5% df 296.Hasil penelitian ini juga menetapkan karakteristik kelompok masyarakat yang berpreferensi terhadap bank syari'ah. Oleh sebab itu, bagi para pengambil keputusan (Investor dan Pemerintah Daerah) dapat mendirikan bank syari'ah di Kota Samarinda dengan pangsa pasarnya adalah mereka-mereka yang bekerja sebagai: pegawai negeri, karyawan perusahaan, pedagang, dan para profesional. Sedangkan untuk sosialisasi perbankan syari'ah dapat menggunakan para ulama, media massa, elektronik, brosur/leaflet dll.
Collections
- Master of Islamic Studies [1680]
