Pembentukan Karakter Anak Melalui Pola Asuh Orang Tua di TK Masyithoh Karangrejek I Wonosari
Abstract
Tujuan penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui masing-masing strategi pola asuh tersendiri dari orang tua TK Masyithoh Karangrejek I dalam pembentukan karakter anak sehingga apakah menimbulkan dampak atau implikasi baik atau buruk pada karakter anak. Namun tentu saja dari semua hal itu tidak lepas pula dari adanya faktor-faktor yang mempengaruhi pembentukan karakter melalui pola asuh orang tua tersebut. Karakter disini adalah suatu keadaanjiva atau gambaran siapa diri sesungguhnya yang menunjukkan sebagai identitas yang dimiliki seseorang yang membedakannya dari yang lainnya. Sedangkan pola asuh adalah cara perlakuan orang tua terhadap anak dalam lingkungan keluarganya sehari-hari. Keterlibatan orang tua tersebut yang dapat menunjang anak mencapai karakter yang baik, karena pada dasarnya keluarga merupakan lingkungan pertama yang dikenal oleh anak dan juga memberikan pengalaman pendidikan yang pertama. Agar penelitian ini dapat dipetakan, maka penelitian ini menggunakan penelitian lapangan dan menggunakan pendekatan psikologis yang merupakan cara pandang terhadap fenomena manusia dengan berdasarkan pengamatan dan pengkajian terhadap perilaku manusia yang merupakan cerminan kondisi kejiwaan manusia dengan teknik pengumpulan data, observasi, wawancara dan dokumentasi dan kemudian penelitian ini dianalisisi dengan memfokuskan pada metode deskriptif analisis dengan dasar pemikiran induktif yang proses pendekatannya berangkat dari hal-hal yang khusus menuju suatu yang umum. Dari hasil penelitian pembentukan karakter anak melalui pola asuh orang tua ternyata memiliki strategi berbeda, yaitu demokratis, otoriter dan liberal. Apabila menggunakan strategi demokratis berimplikasi karakter yang baik pada anak, mandiri, bertanggung jawab, disiplin dan peduli dengan lingkungannya. Pada strategi otoriter maka akan berimplikasi pada anak, penakut, acuh tak acuh, minder dan tidak butuh orang lain karena berpandangan negative pada lingkungan sekitar. Dan dengan strategi liberal maka berimplikas anak menjadi lemah bingung dan berpotensi salah arah dan kurang mampu dalam menyesuaikan diri di luar rumah maupun masyarakat sekitarnya. Adapun faktor yang mempengaruhi pola asuh dalam pembentukan karakter anak adalah pendidikan, keagamaan, lingkungan, kemampuan, orang tua, ekonomi, serta gaya hidup yang ada dalam keluarga. Adapun penghambat dalam pembentukan karakter anak adalah kurangnya perhatian orang tua, lingkungan, tayangan TV atau berita yang tidak mendidik anak. Hal ini membuktikan bahwa keluarga memiliki peran penting dalam membentuk karakter anak. Kegagalan keluarga dalam membentuk karakter anak berakibat pada tumbuhnya masyarakat yang tidak berkarakter. Oleh karena itu setiap keluarga harus memiliki kesadaran bahwa karakter bangsa sangat tergantung pada pembentukan karakter anak di rumah masing-masing.
Collections
- Master of Islamic Studies [1687]
