Pengaruh Pemahaman Kesetaraan Gender Terhadap Keharomonisan Keluarga Pegawai KUA di Wilayah Kabupaten Sleman
Abstract
Keluarga merupakan unit sosial terkecil dalam masyarakat. Perwujudan keluarga harmonis tidak pernah lepas dari peran anggota keluarga di dalamnya, terutama peran suami dan istri. Dalam keluarga harmonis, terdapat kesetaraan (saling mencintai, saling menghargai, dan saling menyayangi). Terjalin komunikasi dua arah, dan dalam menyelesaikan persoalan, selalu dengan jalan musyawarah. Salah satu tugas pokok pegawai KUA adalah memberikan pelayanan pada masyarakat yang berkaitan dengan perkawinan (keluarga), memberikan bimbingan dan pengetahuan bagaimana cara membentuk keluarga yang harmonis, sehingga secara teoritis seharusnya pegawai KUA sudah paham betul bagaimana cara membentuk keluarga harmonis. Salah satu faktor terbentuknya keluarga harmonis adalah adanya pemahaman terhadap kesetaraan gender. Berkaitan dengan hal tersebut, ada beberapa masalah yang hendak dicari jawabannya dalam penelitian ini. Bagaimana pemahaman pegawai KUA di wilayah Sleman terhadap konsep kesetaraan gender? Bagaimana pengaruh pemahaman kesetaraan gender terhadap keharmonisan keluarga?. Secara akademis penelitian ini bermanfaat bagi peneliti-peneliti lain, untuk mengadakan penelitian lebih mendalam dalam masalah pemahaman kesetaraan gender dan keharmonisan kelaurga. Selanjutnya, hasil penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat bagi kalangan pendidik dan pengambil kebijakan untuk menjadi pertimbangan dalam pengembangan pendidikan formal berkaitan dengan konsep gender. Penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research), yang dilakukan di KUA wilayah Sleman, dan sebagai obyek penelitian adalah pegawai KUA. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif. Pengambilan data dengan cara sampel area, yaitu pegawai KUA Kecamatan Prambanan, Berbah, Depok, Sayegan, Pakem, dan Turi. Pengumpulan data dengan cara penyebaran angket (kuisioner), selanjutnya analisis data dengan teknik statistik deskriptif. Meskipun secara teori banyak pegawai KUA yang belum paham tentang konsep gender, hal ini dikarenakan pegawai KUA banyak yang belum mengikuti pelatihan tentang gender. Namun dalam aplikasinya, mereka sudah menerapkan konsep-konsep kesetaraan. Sebagian pegawai menyatakan bahwa konsep kesetaraan gender dapat berpengaruh terhadap keharmonisan keluarga, sebagian lagi menyatakan bahwa konsep kesetaraan gender tidak berpengaruh terhadap keharmonisan keluarga.
Collections
- Master of Islamic Studies [1687]
