Manajeman Kyai dalam Pembelajaran Ilmu Fiqih di Pondok Pesantren Hidayatut Thullab Kamulan Durenan Trenggalek
Abstract
Studi ini membahas tentang manajemen kyai dalam pembelajaran ilmu fiqih di Pondok Pesantren Hidayatut Thullab Kamulan Durenan Trenggalek. Penelitian ini dilatarbelakangi fakta yang menunjukkan eksistensi pondok pesantren dengan segala aspek kehidupan dan perjuangannya, ternyata memiliki nilai strategis dalam membina insan berkualitas dimensi iman, ilmu dan amal. Pesantren dipandang sebagai solusi tepat untuk menjawab tantangan dunia pendidikan masa depan. Salah satu pondok pesantren yang tetap eksis dan memiliki komponen di atas adalah PPHT yang memiliki kekhasan dan kajian utama bidang ilmu fiqih. Secara spesifik dan menarik untuk diteliti permasalahannya adalah manajemen kyai pada pondok pesantren sehingga dipercaya memberikan jawaban permasalahan masyarakat, dan menjadi lembaga pendidikan alternatif dimasa mendatang, atas usahanya mengadakan renovasi dengan mentransformasi institusi, kurikulum, metode pengajaran pada lembaga pendidikan yang lebih maju. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, deskriptif dan teknik pengumpulan data berupa observasi partisipan, wawancara dan dokumenter. Data yang diperoleh dianalisis dengan reduksi data, display data dan penarikan kesimpulan. Untuk menjaga validitas data, maka penelitian ini dilakukan dengan cermat melalui perpanjangan waktu penelitian, diskusi sejawat, klarifikasi informan untuk memperoleh data primer serta wawancara lapangan dengan beberapa nara sumber yang relevan. Penelitian dilaksanakan melalui beberapa tahapan, yaitu: tahap pra lapangan, lapangan dan pelaporan. Adapun tujuan dari penelitian sebagaimana jawaban atas rumusan masalah adalah membahas dan mendeskripsikan permasalahan berkaitan manajemen kyai dalam pembelajaran ilmu fiqih, sehingga memperoleh gambaran tentang : 1) Sistem pembelajaran ilmu fiqih pada Pondok Pesantren Hidayatut Thullab Kamulan Durenan Trenggalek. 2) Manajemen kyai dalam penyelenggaraan ilmu fiqih. 3) Kemampuan kyai dalam memotivasi kerja penyelenggaraan pembelajaran ilmu fiqih. Dari penelitian disimpulkan bahwa: 1) Sistem pembelajaran ilmu fiqih berbentuk pengajian salafiyah menggunakan kitab kuning klasik (tradisional), pengajaran klasikal atau madrasi (modern). Jenjang pendidikan meliputi Madrasah Diniyah Istidad, Ula/ Ibtidaiyah, Wustho/ Tsanawiyah, Ulya/ Aliyah, dan Takhosus Fiqih. Penyampaian materi melalui empat tahap, yakni awal, penyajian, pemeriksaan penilaian, akhir. Penyusunan kurikulum terstruktur dan terkadang dalam bentuk hidden kurikulum. Ustadz mengevaluasi pembelajaran, selanjutnya kepala madin melaporkan kepada kyai. Alumni mayoritas menjadi figur panutan masyarakat. 2) Manajemen kyai dalam penyelenggaraan ilmu fiqih secara umum menerapkan manajemen semi modern, tapi beberapa hal masih mengadopsi model konvensional. Semua fungsi manajemen dipegang oleh kyai dan pendelegasiannya dilakukan bawahan. Wujudnya mencakup segi: kurikulum, tenaga pendidik ustadz, sarana pendukung, pembiayaan. 3) Kemampuan kyai dalam memotivasi kerja cukup besar. Kekuatan utama pada kharisma kyai. Ustadz didorong memiliki kemandirian berpikir, motivasi, dedikasi tinggi, skill penguasaan bahan ajar dan cara pengajaran efektif. Bentuk praktis adalah gaji bawahan yang layak, kontrol dan terbuka menerima masukan, berlakunya rapor dan ijazah santri madin, biaya gratis bagi santri berprestasi, pengadaan buku referensi fiqih. Motivasi juga didasarkan penanam rasa keikhlasan, daya juang dan pengabdian kepada Allah SWT. Dari kesimpulan tersebut perlu direkomendasikan kepada beberapa pihak. Hendaknya PPHT mengembangkan manajemen secara lebih profesinal. Mengadakan instropeksi diri dan meningkatkan kualitas pendidikan untuk mewujudkan lembaga berpotensi memberdayakn umat. Kyai hendaknya mendelegasikan wewenang lebih besar pada bawahan, memberikan uswah khasanah dan konsentrasi pemikiran pengembangan jangka panjang dengan menghidupkan iklim syuro. Perlunya kerjasama dengan stakeholder, pesantren lain, Departemen Agama dan Dinas terkait lain guna mewujudkan lembaga pendidikan alternatif yang menjadi idola masyarakat dan umat Islam.
Collections
- Master of Islamic Studies [1686]
