Konsep Pendidikan Tauhid Syaikh Abdurrahman Siddik
Abstract
Pendidikan dewasa ini hanya melihat dari sisi bagaimana upaya mentransformasikan ilmu pengetahuan (kognisi) kepada peserta didik an sich dan berorientasi untuk mencetak manusia-manusia bermental job skill dan life skill, sedikit bahkan hampir tanpa memperhatikan sisi-sisi moral spiritual transendental khsususnya aspek tauhid. Konsep pendidikan yang dibangun atas dasar tauhid sesungguhnya adalah tujuan mulia dari pendidikan. Adalah Syaikh Abdurrahman Siddik seorang ulama klasik yang berasal dari Kalimantan tepatnya daerah Banjar, namun debut keulamaan dan kiprah perjuangannya dalam ranah pendidikan dimulai di daerah Bangka (sekarang provinsi Bangka Belitung). Melihat dari beberapa karyanya bahwa sebagian besar esensi dan substansinya berbicara tentang tauhid. Sehingga nampaknya menjadi prioritas utama dalam setiap pengajaran dan pendidikannya yang tetap memilih tauhid sebagai materi pokok. Berdasarkan pokok masalah diatas, maka yang menjadi concern dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimanana pemikiraan tauhid Syaikh Abdurrahman Siddik dan menurutnya apa konsep pendidikan tauhid serta implementasinya dalam tataran pendidikan pada saat ini. Dan untuk mengungkap hal-hal tersebut, dalam studi ini penulis menggunakan penelitian kepustakaan, yaitu penelitian yang data-datanya diperoleh melalui studi pustaka atau sering disebut dengan studi literal. Sebagai suatu analisis filosofis terhadap gagasan pemikiran seorang tokoh. Secara metodologis pendekatan dalam penelitian ini adalah pendekatan sejarah (historical approach). Setelah dilakukan penelitian, hasil penelitian ini menunjukkan. Pertama, bahwa type seorang Syaikh Abdurrahman Siddik, ia adalah seorang ulama yang memiliki pengetahuan yang sangat luas, kharismatik dan aktif dalam menulis, disamping itu ia juga tidak memandang negatif terhadap ilmu pengetahuan umum karena menurutnya semua ilmu itu memiliki keistimewaan masing-masing. Kedua, sebagian besar dari karya tulisnya berisi tentang kajian tauhid karena ilmu ini sangat dikuasainya, menurutnya tauhid adalah wujud pengakuan dan kepercayaan yang utuh bagi seorang muslim dan sebagai pondasi dasar bagi setiap bangunan perbuatan. Ketiga, bahwa proses transformasi ilmu pengetahuan (kognisi) dan pendidikan haruslah disertai oleh dimensi tauhid yang tercermin dalam sikap (afeksi) sehingga akan menimbulkan sikap percaya diri, berani, rendah hati serta sosial. Keempat, bahwa konsep pendidikan haruslah didasari oleh aspek ketauhidan sehingga dalam perjalanan prosesnya peserta didik senantiasa merasa terawasi dan terkontrol karena telah tertanam pengakuan, keyakinan dan kepercayaan yang utuh terhadap keesaan dan kemahakuasaan Tuhan dalam setiap tingkah dan perbuatan.
Collections
- Master of Islamic Studies [1687]
