Implementasi PNPM-Mandiri dalam Pengentasan Kemiskinan Perspektif Ekonomi Islam (Studi Kasus BKM Telaga Artha Kelurahan Simbang Kulon Kecamatan Buaran Kabupaten Pekalongan Tahun 2010)
Abstract
Penelitian ini dilatarbelakngi dari fenomena gaungnya pemerintah dalam menanggulangi kemiskinan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat masyarakat yang diejawantahkan melalui Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat-Mandiri Perkotaan (PNPM-MP) merupakan penelitian kualitatif, memaparkan tentang implementasi Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM)-Mandiri Perkotaan dalam Pengentasan Kemiskinan Perspektif Ekonomi Islam yang dilaksanakan oleh BKM Telaga Artha Kelurahan Simbang Kulon Kecamatan Buaran Kabupaten Pekalongan. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (Field Research) yang bersifat deskriptif kualitatif dimaksudkan sebagai penelitian yang menganalisis dan menyajikan data secara sistematik, dengan menggunakan pendekatan fenemologi dan normatif. Karena penelitian ini penelitian lapangan maka data diperoleh dengan cara mendatangi secara langsung obyek yang diteliti dengan meneliti dokumen, wawancara dan observasi. Adapun teknik analisis data menggunakan analisis kualitatif dengan logika deduksi. Dari hasil analisis itulah kemudian disimpulkan bahwa: Pertama, Penanggulangan kemiskinan harus bertitik tolak dari penanganan akar penyebab kemiskinan itu sendiri terlebih dahulu, konsepsi PNPM-Mandiri memahami bahwa akar penyebab dari persoalan kemiskinan yang sebenarnya adalah karena kondisi masyarakat yang keluar dari fitrah atau lunturnya nilai-nilai universal kemanusiaan (jujur, dapat dipercaya, ihklas, adil dll), sehingga perubahan perilaku atau sikap dan cara pandang masyarakat ini merupakan pondasi yang kokoh bagi terbangunnya lembaga masyarakat yang mandiri, melalui pemberdayaan para pelaku-pelakunya, agar mampu bertindak sesuai dengan harkat dan martabatnya sebagai manusia luhur yang mampu menerapkan nilai- nilai luhur dalam kehidupan bermasyarakatnya sehari-hari. Kedua, Implementasi PNPM-Mandiri mendasarkan pada pembangunan berkelanjutan yaitu pembangunan yang tidak menimbulkan persoalan baru, sebagai modal sosial, ekonomi dan lingkungan yang tercakup dalam konsep Tridaya. (a). Perlindungan Lingkungan (Environmental Protection); diejawantahkan dalam kegiatan sarana dan prasana fisik, (b) Pengembangan Masyarakat (Social Development); yaitu kegiatan sosial dan terkahir adalah (c) Pengembangan Ekonomi (Economic Development); direalisasikan dengan kegiatan ekonomi perguliran. Ketiga, bahwa PNPM-Mandiri dari sisi implementasi dalam hal ekonomi perguliran masih menggunakan skim yang menganut sistem ekonomi konvensional yang masih mengandung riba dan gharar, baik dilihat dari praktek UPK maupun fakta dana BLM yang merupakan dana Loan Bank Dunia, sehingga mungkin kemiskinan dapat ditanggulangi dengan PNPM-Mandiri pada masa sekarang namun dimasa yang akan mendatang akan menciptakan kemiskinan yang baru dan lebih massive.
Collections
- Master of Islamic Studies [1687]
