| dc.description.abstract | Dominasi perusahaan multinasional dalam ekonomi global telah mendorong ekspansi operasi perusahaan asal Swiss, Glencore, untuk memperluas operasinya dengan mengeksploitasi sumber daya alam di negara-negara berkembang, seperti Peru. Melalui investasi, kemajuan teknologi, dan ekstraksi sumber daya, Glencore telah mempertahankan kehadiran yang kuat di industri pertambangan Peru. Namun, ekspansi Glencore tidak luput akan terjadinya eksploitasi dan telah menciptakan kondisi masalah ekologis dan sosial bagi Peru. Penelitian ini menggunakan teori Ekologi Politik dengan lima indikator utama, yaitu: degradasi dan marginalisasi; konservasi dan kontrol; konflik lingkungan dan eksklusi; subjek dan identitas lingkungan; dan objek dan aktor politik; untuk menganalisis bagaimana Glencore mencerminkan dinamika relasi kekuasaan dan eksploitasi lingkungan. Peru, sebagai wilayah kaya sumber daya, mengalami degradasi lingkungan, marginalisasi komunitas lokal, konflik kepentingan, serta pembentukan identitas masyarakat yang dibentuk oleh tekanan Glencore. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Penelitian ini bertujuan untuk menunjukkan bahwa Glencore telah menghasilkan ketidakadilan struktural melalui eksploitasi dan kontrol sumber daya, masalah ekologis, serta konflik sosial dan lingkungan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Glencore di Peru mencerminkan pola eksploitasi dan ketidakadilan melalui praktik ekstraktif yang menimbulkan berbagai masalah ekologis dan marginalisasi komunitas lokal. | en_US |