Sebaran Mikroplastik di Perairan Laut Kabupaten Kendal, Jawa Tengah
Abstract
Sampah plastik menjadi permasalahan internasional yang diteliti oleh banyak
ilmuan di Dunia. Pembuangan sampah plastik saat ini tidak hanya dibuang ke
daratan akan tetapi sudah banyak dibuang menuju ke badan air hingga
akhirnya menuju ke wilayah pesisir hingga ke lautan. Hal yang menyebabkan
sampah plastik banyak ditemukan di lingkungan perairan laut adalah aktivitas
manusia seperti membungan sampah sungai yang kemudian aliran dari sungai
menuju ke laut, kegiatan wisata yang tidak memperdulikan lingkungan seperti
membuang sampah di pantai, kegiatan nelayan menangkap ikan, dan tindakan
industri dalam membuang limbah secara sembarangan. Sampah plastik yang
terakumulasi di dalam lautan perlahan mulai mengalami proses degradasi
akibat dari faktor biologi, fisik, dan kimia, hasil degradasi dari sampah plastik
tersebut berupa partikel-partikel kecil dari plastik yang saat ini disebut
mikroplastik. Ukuran dari partikel mikroplastik senilai 1 µm sampai 5 mm.
Upaya dalam mengkaji persebaran mikroplastik di perairan Laut Kendal
digunakan metode National Ocean and Atmospheric Administration
(NOAA), pengamatan dengan mikroskop, dan analisis polimer dengan
menggunakan FTIR. Dari hasil penelitian didapatkan hasil berupa jumlah
kelimpahan mikroplastik paling banyak ditemukan pada LK 2 sejumlah 821
partikel. Bentuk dan jenis mikroplastik yang ditemukan paling banyak adalah
bentuk dan jenis fragmen dengan persentase sebesar 52%. warna dari
mikroplastik yang mendominasi dari warna keseluruhan sampel adalah warna
hitam dengan persentase 38% . persebaran tertinggi terdapat pada LK 2. Hasil
identifikasi dari FTIR didapati jenis polimer Nylon, Polyurethane (PU),
Nitrile, Ethylene vinyl acetate (EVA), dan Polytetrafluoroethylene (PTFE).
Collections
- Environmental Engineering [1831]
