Show simple item record

dc.contributor.authorAgustina, Davina Shofa Ari
dc.date.accessioned2026-02-12T04:18:16Z
dc.date.available2026-02-12T04:18:16Z
dc.date.issued2025
dc.identifier.urihttps://dspace.uii.ac.id/123456789/60593
dc.description.abstractPada 2020-2023, hubungan Diplomasi Kesehatan antara Indonesia dan China berkembang sebagai respons terhadap kebutuhan mendesak penanganan pandemi. Kerja sama tersebut dimulai sejak awal 2020, saat Indonesia menghadapi tantangan penyediaan vaksin dan alat kesehatan di tengah tingginya kasus Covid-19. Melalui kemitraan strategis, Indonesia mampu mengakses jutaan dosis vaksin, baik dalam bentuk jadi maupun setengah jadi serta memperoleh bantuan alat kesehatan. Tidak hanya itu, kerja sama ini diperkuat melalui penandatanganan kesepakatan seperti Memorandum of Understanding (MoU) terkait transfer teknologi vaksin dan alat kesehatan. Diplomasi Kesehatan berperan mempererat hubungan bilateral sekaligus meningkatkan kapasitas respons Indonesia terhadap pandemi, sehingga memperlihatkan pentingnya kolaborasi internasional dalam menghadapi tantangan kesehatan. Penelitian mengungkapkan bahwa Indonesia memanfaatkan instrumen teori Negotiation Tactics dalam diplomasi kesehatan penerapan perspektif Policy Type Tactics (Integrative Bargaining) lewat kerja sama vaksin dan alat kesehatan. Studi ini menggambarkan pada pencarian kesepakatan yang menguntungkan kedua belah pihak.en_US
dc.subjectChina, Covid-19, Diplomasi Kesehatan, Indonesia, Integrative Bargaining, Negotiation Tactics.en_US
dc.titleDiplomasi Kesehatan Indonesia dengan China dalam Kebijakan Impor Vaksin dan Alat Kesehatan Covid-19 Tahun 2020-2023en_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM21323287


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record