| dc.description.abstract | Surat Al-Fatihah merupakan Ummu Al-Kitab. Ia mengandung pokok-pokok kandungan Al-Qur'an yang mulia. Di dalam surat ini terdapat kata sanjungan dan pujian kepada Allah Azza wa Jalla, pengokohan kerububiyahan (ketubahan Allah), pengabdian diri dengan mematuhi perintah dan larangan Allah SWT, permohonan untuk memperoleh petunjuk dan kemantapan iman, berita-berita tentang kisah umat-umat yang terdahulu, kedudukan mengenai tingkat-tingkat orang yang memperoleh kebahagiaan, dan orang- orang yang ditimpa kecelakaan dan lain sebagainya. Surat Al-Fatihah memuat konsep- konsep asasi dalam ahlak, ibadah dan aqidah Islam. Penelitian ini dimaksudkan untuk : 1) mengungkap tujuan pendidikan tauhid yang terkandung dalam surat Al-Fatihah; 2) mengungkap materi pendidikan tauhid dan pokok- pokok bahasannya yang terkandung dalam surat Al-Fatihah; 3) mengungkap metode pendidikan tauhid yang terkandung dalam surat Al-Fatihah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis deskriptif, yaitu metode untuk mengadakan deskriptif atau interpretasi dari fenomena yang dikaji atau diteliti. Metode deskriptif dititikberatkan pada suasana alamiyahı, penulis sebagai peneliti bertindak sebagai pengamat. Deskriptif analisis terhadap surat Al-Fatihah ini difokuskan pada hermeneutik, yaitu aktivitas penafsiran untuk mengetahui tanda, pesan, atau teks yang terkandung dalam kata-kata yang diungkap, dengan menggunakan teknik tafsir, ta'wil dan ma'tsur. Hasil penelitian ini menunjukkan : 1) Tujuan pendidikan tauhid yang terhimpun dalam surat Al-Fatihah teridentifikasi dari ayat lima, yaitu untuk meraih maqam "abdullah'. Maqam “abdullah” ini adalah maqam tertinggi mahluk di hadapan Tuhannya. Tujuan ini senapas dan amat relevan dengan tujuan pendidikan Islam secara keseluruhan, yaitu bahwa manusia diciptakan bukan secara kebetulan, melainkan mempunyai tujuan dan tugas hidup tertentu, yakni mengabdi kepada Allah; 2) Materi pendidikan tauhid yang terhimpun dalam surat Al-Fatihah adalah tauhid Rububiyah, tauhid Uluhiyah dan tauhid Asma wa Sifat. Tauhid Rububiyah dapat diungkap dari ayat kedua yang bermakna bahwa Allah adalah satu-satunya pencipta, pemelihara, penguasa dan pengatur alam semesta. Tauhid Uluhiyah dapat dianalisis dari ayat kelima yang bermakna bebas dari syirik dan berarti pula mentauhidkan Allah dalam ubudiyah serta menunjukkan makna bebas dari daya dan kekuatan, diiringi penyerahan diri secara bulat kepada Allah. Adapun tauhid Asma wa Sifat, terungkap dan terhimpun dalam lima asma, yaitu asma Allah, Al- Rahman, Al-Rahim, Al-Rabb dan Al-Malik, yang kesemua asma ini menunjukkan kesempurnaan Allah, dan hanya Allah-lah satu-satu Dzat yang memiliki segala sifat kesempurnaan dan terbebas dari segala kekurangan (muttasifun bikulli kamalin munazzahun ankulli naqsin; 3) Metode pendidikan tauhid yang terungkap dalam surat Al-Fatihah adalah metode hiwar (ayat 5), metode tarikh (ayat 7), metode kisah (ayat 7), metode mau'idhah (ayat I sampai 4), metode ibrah (ayat 2 dan 7) dan metode uswah (ayat 1, 2, 3, 4 dan 7). | en_US |