| dc.description.abstract | Tanah bekas tambang emas rakyat Kulon Progo, Desa Kalirejo berpotensi terkontaminasi logam berat terutama Merkuri (Hg) yang berasal dari pengolahan emas dengan metode amalgam. Metode ini akan berdampak buruk bagi lingkungan ataupun manusia karena akan berpotensi terkontaminan oleh Hg dan logam berat lainnya. Tanaman yang digunakan adalah tanaman cabai rawit (Capsicum frustences L.) karena tanaman ini dapat tumbuh subur dan berbuah banyak dengan suhu yang optimal yaitu antara 21-30°C. Pertumbuhan cabai rawit (Capsicum frutescens L.) sangat dipengaruhi oleh nutrisi yang tepat, kondisi lingkungan dan manajemen budidaya yang baik. PGPR (Plant Growth Promoting Rhizobacteria) merupakan bakteri yang dapat meningkatkan produktivitas tanaman melalui fiksasi nitrogen, pelarutan fosfat, produksi hormon, dan pengendalian patogen. Hasil penimbangan biomassa kering dan biomassa basah tanaman yang diberi perlakuan PGPR dibandingkan dengan tanaman kontrol yang tidak diberi PGPR untuk melakukan analisa data. Biomassa basah dan biomassa kering akan ditampilkan dalam bentuk grafik yang dapat memperjelas perbedaan tanaman yang diberi perlakuan serta tanaman kontrol. Pada penelitian ini terbukti mampu menurunkan kada Hg pada tanah sebesar 62% dari tanah bekas tambang dan mampu meningkatkan kandungan fosfor pada tanah yang mengalami peningkatan hampir 80% dari tanah bekas tambang. Selain itu tanaman K2+P memiliki tendensi dalam menurunkan kadar Hg di tanaman yaitu di akar sebesar 0,52% dari perlakuan control. | en_US |