• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Thesis
    • Master of Islamic Studies
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Thesis
    • Master of Islamic Studies
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Gurindam Dua Belas dan Masyarakat Pulau Penyengat - Kepulauan Riau (Kajian terhadap Nilai-nilai Pendidikan Islam)

    Thumbnail
    View/Open
    2022017.pdf (7.781Mb)
    Date
    2005
    Author
    Mulyadi
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Sastra sufi bukan saja bagian dari tradisi panjang dalam kesusastraan Melayu di nusantara melainkan secara langsung menjadi bagian internal dari praktek sosial budaya dan politik yang terkondisikan dan mengkondisikan formasi diskursif masyarakat Melayu terutama di Pulau Penyengat Propinsi Kepulauan Riau, dan secara luas di wilayah Asia Tenggara. Gurindam Dua Belas adalah karya sastra Islam yang berciri khas sufistik buah pena dari Raja Ali Haji seorang cendekiawan, budayawan, ulama Muslim abad ke-19 di Pulau Penyengat. Gurindam Dua Belas ini termasuk karya sastra al-irsyadi yang memuat pesan-pesan edukatif-didaktif bagi rekonstruksi moral dan etika kehidupan. Dalam hal ini yang menjadi penelitian adalah bagaimanakah bentuk Gurindam Dua Belas kaitannya dengan nilai-nilai pendidikan Islam pada masyarakat Pulau Penyengat-Kepulauan Riau? Dan juga aspek apa saja yang ada dalam Pengajaran Gurindam dua Belas? serta bagaimana penerapan konsep dalam Gurindam Dua Belas terhadap kehidupan sehari-hari pada masyarakat Pulau Penyengat-Kepulauan Riau?. Metode yang dipakai dalam penelitian ini memakai teknik pengumpulan data pustaka (library research) dan data lapangan berupa observasi dan interview (field research). Pendekatan yang dipakai adalah pendekatan kajian sosial budaya yang berfungsi untuk mempertimbangkan perilaku masyarakat dengan jalan menguraikan adat tradisi serta background masyarakat Pulau Penyengat. Data-data yang diperoleh di analisis dengan menggunakan content analysis dan hermeneutik. Kedua metode analisis ini berfungsi untuk menarik kesimpulan melalui usaha menemukan karakteristik tentang makna dan pesan yang terkandung dalam teks-teks Gurindam Dua Belas yang dilakukan secara obyektif dan sistematis. Dari kajian terhadap Gurindam Dua Belas dengan berbagai prosedur metode penelitian seperti di atas, dapat disimpulkan bahwa Gurindam Dua Belas merupakan karya sastra berbasis pada ideologi Islam yang mengikuti aliran Tasawuf Ghozalian, yaitu perpaduan antara syari’at (hukum Islam) dan hakikat (moralitas dan etika). Tasawuf ini sarat dengan muatan-muatan edukatif-didaktif yang fungsional dan empiris dengan suguhan teks sastra yang terkesan normatif. Muatan-muatan edukatif-didaktif Gurindam Dua Belas ini memiliki empat aspek yaitu; aspek pendidikan wilayah syari’at, tasawuf, etika sosial, dan kepemimpinan.
    URI
    https://dspace.uii.ac.id/123456789/60570
    Collections
    • Master of Islamic Studies [1687]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV