Evaluasi Program MAN di Daerah Istimewa Yogyakarta
Abstract
Setelah lahirnya Undang-Undang Nomor 2 tahun 1989 tentang Sistem Pendidikan Nasional dan Peraturan Pemerintah No. 29 tahun 1990 tentang Pendidikan Menengah. Untuk lingkungan Departemen Agama RI telah diterbitkan Surat Keputusan No. 370 dan 373 tahun 1993 tentang struktur organisasi MAN dan Mendikbud (sekarang Mendiknas) mengeluarkan Surat Keputusan No. 0489/U/1992 tentang Sekolah Menengah Umum, ditetapkan bahwa Madrasah Aliyah adalah Sekolah Menengah Umum (SMU) berciri khas agama Islam yang diselenggarakan oleh Departemen Agama. Dengan demikian, maka hobot pendidikan Madrasah Aliyah telah disetarakan dengan Sekolah Menengah Umum Berbekal dari hal itu, Derpartemen Agama RI membentuk beberapa program MAN di seluruh Indonesia seperti: MAN model, MAN keagamaan, MAN keterampilan, MAN reguler (umum). Pembentukan beberapa program MAN, dimaksudkan untuk memberikan kesempatan kepada siswa untuk menggali ilmu-ilmu ke-Islam-an yang dibarengi dengan pembekalan keterampilan yang baik. Pembentukan tersebut hanya bersifat teoritik, dan program itu lebih terkesan kehendak top down dengan tidak terlalu mementingkan kemampuan sumber daya madrasah, terkhusus di Daerah Istimewa Yogyakarta, sebagian besar tidak dapat mengikuti peningkatan proses belajar mengajar yang sesuai dengan konsep awal Hal itu disebabkan konpleksitas pengelolaan MAN yang besar seperti kualitas SDM guru yang rendah, manajemen MAN yang kurang baik, dukungan masyarakat Islam kepada MAN masih rendah, bidang studi yang diajarkan banyak, sehingga produk/lulusan MAN kurang optimal. Penelitian adalah untuk mengevaluasi program MAN di Daerah Yogyakarta. Yang menjadi populasi adalah seluruh MAN yang ada di Daerah Istimewa Yogyakarta, sedangkan sampel penelitian adalah MAN yang menyelenggarakan program MAN tertentu 3 buah yakni program keagamaan (MAN Yogyakarta 1), program model (MAN Yogyakarta 1), program keterampilan (MAN Wates II) teknik yang dipergunakan purposive sampling. Sementara program MAN umum adalah MAN Wonokromo dan Sabdodadi menggunakan teknik random sampling. dengan mengundi. Pendekatan penelitian dipergunakan disiplin ilmu evaluasi program dengan menggunakan contekstual, input, process, product (CIPP) approuch model. Tehnik pengumpulan data menggunakan intervew, dokumentasi, observasi, angket. Untuk menganalisis data uji ANAVA 1 jalur serta produk MAN dengan uji mean. Hasil penelitian menunjukan bahwa indikator konteks mendukung program lebih kecil (12,27); indikator input untuk mendukung eksistensi program MAN (48,22); sedangkan indikator proses (50,95) lebih dominan untuk keberhasilan belajar mengajar siswa dan guru. Lulusan MAN di Yogyakarta masih rendah pada program IPA rata-ratanya 3,82; program IPS rata-ratanya 4,43 sedangkan program cukup pada program bahasa rata-rata 6,84 dan program MAK rata-rata 70,23. Hal ini menunjukan bahwa indikator konteks, input dan proses program MAN belum mendukung penuh untuk meningkatkan kualitas program MAN.
Collections
- Master of Islamic Studies [1687]
