Kontribusi BMT Terhadap Pengembangan Usaha Indstri Kecil (Studi Kasus Pada BMT Mentari Klaten, Jawa Tengah)
Abstract
Salah satu dampak positif krisis moneter tahun 1997 adalah tumbuh dan berkembangnya Bait al Mal wa at Tamwil (BMT) di seluruh Indonesia. Yang salah satunya adalah BMT Mentari di Kecamatan Ngawen, Kabupaten Klaten Jawa Tengah. BMT Mentari berdiri pada tanggal 1 Januari 1998 dengan modal sebesar Rp 3.050.000,00 (tiga juta lima puluh rinu rupiah) dan sekarang telah berkembang menjadi Rp 2.363.814.076,00 (dua miliar tiga ratus enam puluh tiga juta delapan ratus empat belas ribu tujuh puluh enam rupiah). BMT Mentari berdiri dilatar belakangi oleh adanya krisis multidemensi yang berakar pada krisis ekonomi yang mengalami puncaknya pada tahun 1997. Ekses dari krisis tersebut adalah terpuruknya sektor industri kecil, seperti yang di alami oleh sebagian besar masyarakat Tempusari, Ngawen Klaten, yang sebagian besar bermata pencaharian sebagai industri kecil berupa konveksi. Tujuan dari penelitian ini adalah 1. Mendeskripsikan dan menjelaskan perkembangan BMT Mentari di Kabupaten Klaten. 2. Menjelaskan kontribusi yang diberikan BMT Mentari dalam mengembangakan Industri Kecil di daerah Klaten. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif studi kasus yang bersifat deskriptif analitik, maka untuk mencapai tujuan tersebut, dalam penelitian ini digunakan metode yang meliputi 1. Teknik Pengumpulan Data yaitu Observasi, Interview atau wawancara, Dokumentasi, Studi Pustaka. 2. Pendekatan masalah dalam penelitian ini adalah pendekatan normatif. 3. Analisis Data yang digunakan adalah induktif. 4. Validitas Data terdiri dari Trianggulasi data, Trianggulasi peneliti, dan Trianggulasi metode. Dari hasil penelitian diperoleh beberapa kesimpulan pertama, sejak berdirinya BMT Mentari, industri kecil konveksi di Tempursari, Ngawen, Klaten mengalami perkembangan yang pesat, baik dilihat dari bertambahnya daerah pemasaran (33 % s.d 300 %), omset penjualan (6% s.d. 257 %), laba bersih perbulan (2% s.d. 250%), jumlah tenaga kerja (33 % s.d. 200 %), dan upah yang harus diterima karyawan tiap bulannya juga mengalami kenaikan (67 % s.d. 173%) Kedua, bagi BMT Mentari sendiri juga mengalami perkembangan, baik dilihat dari pertunmbuhan aset (64,50 %), jumlah karyawan (75,3%) dan pembiayaan yang dikucurkan (150,50 %). Selain itu BMT Mentari tidak hanya berorientasi keuntungan saja, tetapi juga menyediakan sebagian, dananya untuk kegiatan-kegiatan sosial yang dibingkai dalam, da'wah bi al-hal.
Collections
- Master of Islamic Studies [1687]
