Preferensi Nasabah Terhadap bagi Hasil Pada Baitul Mal Wat-Tamwil (Bmt) di Daerah Istimewa Yogyakarta (Studi Kasus di BMT Al Ikhlas dan BMT Beringharjo)
Abstract
Pola bagi hasil yang diterapkan oleh BMT sudah berjalan cukup lama seiring dengan berdirinya lembaga keuangan swasta itu sendiri. Salah satu ukuran keberhasilan penerapan pola bagi hasil adalah apabila nasabah sudah sepenuhnya menerima pola tersebut dengan senang hati, tidak merasa dirugikan, adil dalam pembagian bagi hasil dan tentunya tidak bertentangan dengan al-Qur'an dan al-hadits. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan desain dalam bentuk applied research. Teknik pengumpulan data inengunakan angket teknik sampling dengan bentuk purposive sampling. Jumlah sample adalah sebanyak 60 orang responden. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan konsep bagi hasil yang ditawarkan oleh BMT Al-Ikhlas dan BMT Beringharjo telah sesuai dengan tuntunan syari'ah. Dan nasabah (nasabah) pada sistem bagi hasil di dua BMT tersebut memberikan preferensi yang positif, hal ini nampak dengan tingginya loyalitas dan tingkat kepercayaan, patuh dan peduli para nasabah kepada kedua lembaga keuangan tersebut.
Collections
- Master of Islamic Studies [1687]
