Studi Perbandingan Antara Akhlak Siswa yang Pernah Mendapat Pengajaran Kitab Ta'lim Al-muta'allim dan yang Tidak Pada Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Ponorogo
Abstract
Masalah siswa yang sampai sekarang dihadapkan pada kemerosotan moral karena tidak adanya penuntun moral walaupun pendidikan moral dan ajaran agama diajarkan akan tetapi tidak menyentuh pada perilaku psikomotorik yang seharusnya dijadikan ukuran pendidikan. Kitab ta'lim al-Muta'allim yang disusun oleh ulama besar pada abad Vil Maschi ini sarat akan pandangan dan petunjuk-petunjuk filosofis bagi terlaksananya keberhasilan pendidikan. Syekh Burhan al-Din al- Zarnuji, pengarang kitab tersebut menjelaskan secara rinci bagaimana kedudukan seseorang dalam belajar. Ajaran filosofis yang dipaparkan dalam kitab tersebut memuat etika yang sampai sekarang dianut oleh para pelajar dan santri dalam menunaikan kewajiban sebagai seorang pencari ilmu. Sebagai pandangan filosofis, Kitab ta im al-malli sangat lekat dengan para pelajar dan santri karena isinya disusun dalam bentuk syair yang setiap saat selalu diingat, karena melanggar ajaran kitab tersebut akan, mengakibatkan kegagalan dalam mencari ilmu Meperhatikan diuraikan di atas maka dapat dirumuskan masalah sebagai berikut. "Apakah ada perbedaan yang signifikan tawadu, akhlak dan adhim dengan guru antara siswa yang pernah mendapat pengajaran kitab ta'lim al- Muta'allim dan siswa yang tidak pernah mendapat pengajaran kitab ta'lim al- Muallim?", "Apakah ada perbedaan yang signifikan kesungguhan belajar, motivasi belajar dan sikap terhadap ilmu antara siswa yang pernah mendapat pengajaran kitab aim al-Ma'allim dan siswa yang tidak pernah mendapat pengajaran kitab ta'lim al-Muta'allim?", "Apakah ada perbedaan yang signifikan kesabaran dan keikhlasan antara siswa yang pernah mendapat pengajaran kitab ta'lim al-Muta'allim dan siswa yang tidak pernah mendapat pengajaran kitab ta lim al-Muta'allim". Teknik analisis data yang penulis gunakan adalah teknik uji t independent. Istilah independent artinya membandingkan dua kelompok yang saling mempengaruhi atau bebas pengaruh (independent). Untuk menguji apakah data sampel satu dengan yang lainnya berdistribusi normal, maka digunakan uji normalitas. Sebelum menguji hipotesis terlebih dahulu dilakukan Tes of homogenity of variances, yang digunakan untuk menguji berlaku tidaknya asumsi ANOVA, yaitu apakah kedua kelompok siswa tersebut mempunyai varians yang sama. Untuk menguji hipotesis digunakan uji F. Berdasarkan analisis yang berhasil dikumpulkan dan pengujian hipotesis yang diajukan, dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut: Dari hasil analisis, menunjukkan bahwa "Hasil belajar siswa tentang Tawadhu', Akhlak, dan Ta'dhim dengan guru yang pemah mendapat pengajaran kitab ta'lim al-mula 'allim berbeda secara signifikan dengan hasil belajar siswa tentang Tawadhu', Akhlak, dan Ta'dhim dengan guru yang tidak pernah mendapat pengajaran kitab to Tim al-muta'allim pada Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Ponorogo", "Hasil belajar siswa tentang kesungguhan belajar, motivasi belajar, dan sikap terhadap ilmu yang pernah mendapat pengajaran kitab ta'lim al-muta'allim berbeda secara signifikan dengan hasil belajar siswa tentang kesungguhan belajar, motivasi belajar, dan sikap terhadap ilinu yang tidak pemah mendapat pengajaran kitab taim al-mara allim pada Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Ponorogo, "Hasil belajar siswa tentang kesabaran, dan keikhlasan siswa yang pernah mendapatkan pengajaran kitab ta'lim al-muda'allim berbeda secara signifikan dengan kesabaran, dan keikhlasan siswa yang tidak pernah mendapatkan pengajaran kitab ta'lim al-ma'allim pada Madrasah Aliyah Negeri (MAN)2 Ponorogo".
Collections
- Master of Islamic Studies [1729]
