Show simple item record

dc.contributor.authorHayati, Mardhiyah
dc.date.accessioned2026-02-11T02:15:26Z
dc.date.available2026-02-11T02:15:26Z
dc.date.issued2006
dc.identifier.urihttps://dspace.uii.ac.id/123456789/60518
dc.description.abstractSecara spesifik terdapat bentuk musyarakah yang populer dalam produk lembaga keuangan syari'ah non bank (BMT), yaitu mudharabah. Mudharabah adalah suatu kerjasania antara pemilik modal atau uang dengan pengusaha pemilik keahlian atau tenaga dalam pelaksanaan suatu proyek usaha. Melalui mudhärubah kedua belah pihak yang bermitra tidak akan mendapat bunga, tetapi mendapatkan bagi hasil dari proyek usaha yang disepakati bersama. Dalam mudharabah, satu pihak memberikan kontribusi permodalan sementara pihak lain memberikan kontribusi kewirausahaan yang dapat berupa tenaga, pikiran dan manajemen. Oleh karena itu, pihak yang pertama disebut Shaḥib al-mal (financier), sedangkan pihak kedua disebut Mudharib (pengelola). Jadi dalam skim transaksi mudharabah permodalan 100 % menjadi tanggungan shahib al-mal, sementara manajemen sepenuhnya menjadi tanggung-jawab mudhārib. Di dalam perkembangannya pengelolaan pembiayaan mudharabah tidak selalu berjalan dengan lancar, hal ini dapat terlihat dari keterlambatan pengembalian pinjaman oleh sebagian nasabah, sehingga mengakibatkan adanya pembiayaan bermasalah (piutang tak tertagih). BMT dipimpin oleh seorang manajer yang berperan sebagai penanggung-jawab atas perkembangan BMT, sehingga keberhasilan kepemimpinan manajer untuk dapat menangani pembiayaan bermasalah pada nasabah dapat dilihat dari gaya kepemimpinan yang dipakai yang merupakan prilaku yang dipilih dan diterapkan agar BMT yang dipimpinnya berkembang dan penanganan pembiayaan bermasalah pada nasabah mencapai kesuksesan. Di dalam penelitian ini, peneliti menggunakan tingkat persepsi, nilai-nilai, sikap dan prilaku kepemimpinan sebagai indikator yang mempengaruhi gaya kepemimpinan (variabel X), dan untuk variabel Y, yaitu penanganan pembiayaan bermasalah. Penelitian ini bertujuan untuk (1). Mengetahui dan menganalisis gaya kepemimpinan manajer BMT-BMT di wilayah Kota Metro, Lampung. (2). Mengetahui dan menganalisis penanganan pembiayaan bermasalah pada BMT-BMT di wilayah Kota Metro, Lampung. (3). Mengetahui dan menganalisis hubungan antara gaya kepemimpinan manajer dengan penanganan pembiayaan bermasalah pada BMT-BMT di wilayah Kota Metro, Lampung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gaya kepemimpinan manajer BMT-BMT di wilayah Kota Metro, Lampung, 70,4 % menggunakan gaya kepemimpinan demokratik dan 29,6 % menggunakan gaya kepemimpinan otokratik. Sedangkan untuk penanganan pembiayaan bermasalah 59,3 % cukup sukses dan hanya 40,7 % yang sukses. Dan untuk hubungan antara gaya kepemimpinan manajer dengan penanganan pembiayaan bermasalah 37,1% gaya kepemimpinan demokratik- cukup sukses, 33,3 % demokratik sukses, 29,6 % otokratik-cukup sukses. Hal ini menunjukkan ada hubungan antara gaya kepemimpinan manajer dengan penanganan pembiayaan bermasalah pada BMT-BMT di wilayah Kota Metro, Lampung. Besarnya nilai korelasi rs = 0,383, menunjukkan derajat hubungan yang rendah, baik positif maupun negatif. Hal ini membuktikan bahwa walaupun derajat hubungannya rendah, tetapi semakin tinggi tingkat kemampuan pengelola dalam menganalisa pembiayaan mudhārabah, maka manajer akan cenderung memilih gaya kepemimpinan demokratik.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectGaya Kepemimpinanen_US
dc.subjectMudharabahen_US
dc.subjectBMTen_US
dc.titleHubungan Antara Gaya Kepemimpinan Manajer dengan Penanganan Pembiayaan Bermasalah (Studi Kasus Pembiayaan Mudharabah pada BMT-BMT di Wilayah Kota Metro, Lampung)en_US
dc.typeThesisen_US


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record