Show simple item record

dc.contributor.authorRahayu, Betiyana
dc.date.accessioned2026-02-11T02:12:39Z
dc.date.available2026-02-11T02:12:39Z
dc.date.issued2010
dc.identifier.urihttps://dspace.uii.ac.id/123456789/60517
dc.description.abstractPenelitian ini menggunakan pendekatan psikologi-paedagogi, pendekatan psikologi untuk mengetahui pola kerja Bimbingan dan Konseling dalam membina akhlak siswa berkaitan dengan dinamika kejiwaan siswa usia SMP sedangkan paedagogi untuk mengetahui keyakinan beragama berkaitan dengan pembelajaran PAI, sehingga dalam pendekatan tersebut akan dapat diketahui pola kerja sama Bimbingan dan Konseling dengan PAI dalam membina siswa berakhlak mulia. Penelitian ini menggunakan metode interview dan observasi. Metode interview ini digunakan untuk memperoleh data tentang pola kerja sama PAI dengan Bimbingan dan Konseling dalam membina siswa berakhlak mulia. Dalam hal ini peneliti akan mewawancarai guro Bimbingan dan Konseling dengan Guru PAL. Sedangkan metode observasi ini, peneliti gunakan untuk mengadakan pengamatan secara langsung di sekolah SMP N 2 Wonosari, guna memperoleh data tentang semua kegiatan yang mendukung pembinaan siswa berakhlak mulia disekolah tersebut. Sedangkan analisa data yang digunakan dengan analisa data kualitatif yang mana akan menghasilkan pola yang relevan dengan situasi dan kondisi SMP N 2 Wonosari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: Bentuk dan macam kegiatan dalam pembinaan siswa berakhlak mulia, selain pembinaan agama dilakukan melalui kurikulum pembinaan agama juga dapat dilakukan dengan kegiatan BTA (Baca Tulis Al-Qur'an) selain itu juga dapat dikukan dengan pembinaan iman dan taqwa, salah satu kegiatan yang dilakukan SMP N 2 Wonosari ini adalah dengan shalat berjamaah di masjid, pengisian kegiatan bulan suci Ramadhan, pengkoordinasian kegiatan dalam Idul Adha, pengadaan perpustakaan masjid, kegiatan lomba bernafaskan Islam, pesantren kilat, dilakukannya Kegiatan Rohaniawan Islam di Sekolah dengan pengajian secara berkala yaitu satu bulan sekali. Faktor penghambat dalam pembinaan siswa berakhlak mulia bergantung dari pola hidup dan perhatian orang tua terhadap perkembangan dan pertumbuhan anaknya. Sehingga signifikan kematangan beragama membawa dampak untuk dapat menguasai diri. Pola kerja sama Bimbingan dan konseling dengan PAI dalam membentuk siswa berakhlak mulia berhubungan dengan cara mengatasi hambatan tersebut yaitu usaha dari guru Bimbingan dan Konseling dan guru PAI dalam mengawasi dan memberikan bimbingan serta pemantauan terhadap anak.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectBimbingan Konselingen_US
dc.subjectPendidikan Agama Islamen_US
dc.subjectAkhlak Muliaen_US
dc.titlePola Kerja Sama Guru Bimbingan Konseling dengan Guru PAI dalam Membina Siswa Berakhlak Mulia Di SMP N 2 Wonosarien_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM08913052


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record