| dc.description.abstract | Kecamatan Prambanan sebagai kawasan peri-urban mengalami tekanan terhadap ketersediaan air dan mutu air seiring dengan perkembangan pemukiman dan perubahan tata guna lahan. Penelitian ini menilai risiko water security pada enam Kelurahan di Kecamatan Prambanan dengan mempertimbangkan empat dimensi utama: kualitas air, ketersediaan air, bahaya air, dan perubahan iklim. Metode Analytic Hierarchy Process (AHP) tidak digunakan secara menyeluruh, melainkan hanya diterapkan pada tahap pembobotan indikator untuk menentukan tingkat kepentingan relatif dari setiap dimensi dan variabel yang dianalisis. Hasil menunjukkan bahwa dimensi kualitas air paling dominan (bobot 0,545) diikuti oleh ketersediaan air (0,140), bahaya air (0,104), dan perubahan iklim (0,082). Semua Kelurahan berada pada kategori Tinggi-Sangat Tinggi, dengan Madurejo (0,79) dan Sumberharjo (0,80) tercatat sebagai yang paling rentan. Temuan ini menegaskan bahwa kebutuhan intervensi yang terfokus, antaralain peningkatan mutu air, peluasan layanan perpipaan dan upaya mitigasi terhadap dampak banjir dan kekeringan. | en_US |