Metodik Khusus Pendidikan Islam dalam Penyembuhan Korban Penyalahgunaan Narkotika dan Kenakalan Remaja (Kasus di Inabah XVII Putri Pondok Pesantren Suryalaya Tasikmalaya)
Abstract
Era globalisasi membawa dampak signifikan terhadap perubahan tata nilai kehidupan masyarakat, salah satu benuk perubahan itu adalah lemahnya keyakinan keagamaan, sikap individualistis, materialistis, dan hedonistis. Akibatnya banyak manusia yang melakukan penyimpangan, seperti penyalahgunaan narkotika. Untuk menanggulangi masalah tersebut, pendidikan Islam sangat urgen karena memiliki peran dan fungsi strategis sebagai agen perubahan sosial, dengan asumsi apabila pendidikan agama dilakukan dengan baik, maka kehidupan masyarakat akan lebih baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apa latar belakang berdirinya Inabak, mengapa menggunakan program ibadah dengan pendekatan TQN Pontren Suryalaya dan bagaimana penerapan Metodik Khusus Pendidikan Islam dengan Ibadah sebagai Metoda Pembinaan Korban Penyalahgunaan Narkotika dan Kenakalan Remaja di Inabah XVII Puri Desa Sukamulya Cihaurbeuti Ciamis. Dampak penyalahgunaan narkotika mempunyai dimensi luas dan kompleks, berimplikasi pada kesehatan mental, Jhwa, sosial budaya, ekonomi, kriminalitas dan politik. Pemulihan kondisi korban perlu penanganan religius, maka pesantren dituntut berperan aktif mengobati penyakit endemik dan penyakit kronik tersebut. Pendidikan Islam dapat menanggulangi permasalahan apa pum, karena secara substansial pendidikan mempunyai fungsi utama yaitu konservasi nilai-nilai dan kultur serta adafiasi terhadap tuntutan dan perkembangan masyarakat. Penelitian desiriftif-eksplonatoris ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan subyek anak bina objek dinamika Pondok Remaja Inabah XVII Putri, sumber data primer dan skander. Teknik pengumpulan data observasi, wawancara, dokumenter dan lapangan dengan pendekatan historis-sosiologis. Tahapan penelitian orientasi, eksplorasi dan member check. Analisis data deskriptif analitis dengan reduksi data, display data, kesimpulan dan verifikasi.. Pemeriksaan keabsahan berdasarkan kriteria kepercayaan, keteralihan, ketergantungan dan kepastian. Penerapan Ibadah sebagal Metodik Khusus Pendidikan Islam di Inabah XVII Putri dengan pembiasaan yang bersifat keteladanan, lemah lembut dan terus menerus terbukti mampu melahirkan manusia terdidik yang selalu ikhlas melaksanakan perintah Allah (taat) dan meninggalkan yang dilarang Allah (maksiat). Keberhasilan yang dicapai rata-rata 71,43 % amak bina sembuh dan 23,57 % masih dalam pembinaan. Mereka diharapkan menjadi hamba Allah muttaqin yang memiliki budi utama jasmani sempurna untuk meraih mardhatillah. Sesuai dengan mukaddimah yang dibaca setiap selesai salat sebelum zikrullah yaitu Ilaahii Anta Maqsudi Waridlaka Matlubi Atini Mahabbataka Wama'rifataka.
Collections
- Master of Islamic Studies [1769]
