Show simple item record

dc.contributor.authorTito, Evans
dc.date.accessioned2026-02-09T06:37:02Z
dc.date.available2026-02-09T06:37:02Z
dc.date.issued2025
dc.identifier.uridspace.uii.ac.id/123456789/60443
dc.description.abstractDi Indonesia masih banyak ditemui penambangan emas tradisional yang mengesampingkan masalah lingkungan baik saat beroperasi maupun sudah tidak beroperasi. Penambang emas di Kulon Progo mengolah emas secara langsung di lokasi penambangan dengan menggunakan merkuri melalui teknik amalgamasi. Hal ini menimbulkan pencemaran lingkungan yang berisiko membahayakan kesehatan masyarakat sekitar. Kondisi tersebut dapat menyebabkan kontaminasi logam berat di lingkungan dan pencemaran karena limbah berpotensi meresap ke dalam tanah atau terbawa aliran air menuju sungai di sekitarnya. Tujuan dari penelitian ini yaitu menganalis potensi bahan pembenah tanah seperti kompos dan AMF terhadap perbaikan kualitas tanah dan pertumbuhan tanaman. Penelitian ini dilakukan pada skala rumah kaca dengan menggunakan sampel tanah bekas tambang emas. Tanah tersebut diberi perlakuan berupa bahan pembenah kompos dan arbuscular mycorrhizal fungi (AMF), kemudian dijadikan media tanam cabai rawit Capsicum frutescens L. dalam polybag. Perlakuan kombinasi kompos dan AMF dibandingkan dengan kontrol tanpa perlakuan. Analisis kandungan nutrisi dan logam berat merkuri (Hg) tanah dilakukan menggunakan spektrofotmetri, AAS, dan ICP-MS. Data hasil pengamatan kemudian dianalisis untuk membandingkan efektivitas perlakuan terhadap kontrol dalam memperbaiki kualitas tanah bekas tambang emas. Hasil yang diperoleh menunjukkan adanya tendensi perbaikan status kualitas tanah tanaman K1+M. Terlihat bahwasanya tanaman K1+M memiliki konsentrasi yang lebih tinggi ketimbang tanaman kontrol, seperti kadar air tanah 2,13%, konsentrasi sulfat tanah 512 mg/kg, dan konsentrasi P2O5 tanah 6,939 mg/kg. Lalu juga menunjukkan adanya tendensi kenaikan terhadap pertumbuhan tanaman Capsicum frutescens L. yang terlihat pada tanaman K1+M saat akhir masa pengamatan peningkatan rerata tinggi batangnya 18,5 cm, diameter batangnya 2,5 mm, dan jumlah daunnya 5 pcs.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectLogam Beraten_US
dc.subjectMikroorganismeen_US
dc.subjectNutrisi Tanamanen_US
dc.subjectPembenah Tanahen_US
dc.subjectTambang Emasen_US
dc.titlePotensi Kompos dan Arbuscular Mycorrhizal Fungi (AMF) pada Capsicum frutescens L. di Lahan Bekas Tambang Emas di Desa Kalirejo, Kecamatan Kokap, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakartaen_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM21513005


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record