Show simple item record

dc.contributor.authorTriono, Dwi Condro
dc.date.accessioned2026-02-09T03:26:53Z
dc.date.available2026-02-09T03:26:53Z
dc.date.issued1999
dc.identifier.urihttps://dspace.uii.ac.id/123456789/60411
dc.description.abstractKeruntuhan Uni Soviet (komunisme) yang diikuti dengan berakhirnya era perang dingin, telah membawa dunia memasuki era globalisasi yang didominansi oleh ideologi kapitalisme, yang ternyata telah membawa dampak buruk bagi tatanan kehidupan dunia, khususnya di bidang ekonomi. Dampak buruk di bidang ekonomi tersebut terutama adalah munculnya kesenjangan ekonomi, yang ditandai dengan tidak terjadinya pemerataan hasil-hasil petumbuhan ekonomi yang tinggi yang telah berhasil dicapai oleh sistem ekonomi kapitalisme. Keberhasilan ekonomi kapitalisme dalam mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang tinggi karena banyak didukung oleh adanya perusahaan model kapitalis, terutama yang berbentuk perseroan terbatas (PT). PT tersebut dapat menjadi cepat besar juga karena adanya dukungan dari lembaga keuangan kapitalis beserta kemudahan sistem keuangannya, seperti adanya perbankan, Pasar Modal, Pasar Valuta Asing (Valas) serta adanya akses terhadap sektor kepemilikan umum (seperti: pertambangan dan kehutanan). Sedangkan kegagalan ekonomi kapitalisme dalam mewujudkan pemerataan ekonomi karena keberadaan lembaga keuangan dan akses di sektor kepemilikan umum tersebut hanya dapat dimanfaatkan oleh perusahaan- perusahaan yang sudah besar, mapan dan efisien saja. Sistem Ekonomi Islam Taqyuddin An-Nabhani mengharamkan perseroan model kapitalis tersebut dan juga aktivitas lembaga keuangannya. PT diharamkan karena aqad pembentukannya tidak sah (batal), perbankan diharamkan karena ada unsur riba nasi'ah, Pasar Modal diharamkan karena tidak memenuhi persyaratan aqad untuk investasi, Pasar Valas diharamkan karena ada unsur riba fadl. Demikian juga, PT swasta diharamkan bergerak dalam bidang sektor kepemilikan umum. Solusi alternatif dari Sistem Ekonomi Islam Taqyuddin An-Nabhani terhadap kebutuhan pertambahan modal adalah dengan model syirkah Islam, yang mempertemukan secara langsung antara pihak pengelola dengan pihak pemodal untuk melakukan agad syirkah, yaitu adanya ijab dan qabul untuk melakukan suatu usaha. Adanya persyaratan yang ketat di dalam agad syirkah, ternyata akan membawa dampak terwujudnya pertumbuhan sekaligus pemerataan modal di tengah- tengah masyarakat. Anggota masyarakat yang kekurangan modal namun amanah, berhak untuk bersyirkah secara langsung kepada para pemodal yang mempercayainya. Terwujudnya pertumbuhan sekaligus pemerataan ekonomi oleh syirkah Islam di tengah masyarakat akan menjadi lebih sempurna apabila didukung oleh adanya penerapan Sistem Ekonomi Islam secara keseluruhan. Penerapan tersebut diantaranya adalah: dikelolanya sektor kepemilikan umum oleh negara kemudian hasilnya dikembalikan kepada rakyat, dihapuskannya segala bentuk pajak dan perijinan, adanya mata uang yang stabil yaitu emas dan perak, tidak adanya pematokan harga, tidak adanya ketentuan UMR, ditiadakannya bisnis haram, dihapuskannya cukai ekspor impor serta adanya peran negara untuk menjaga distribusi harta kekayaan di tengah masyarakaten_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectPertumbuhanen_US
dc.subjectPemerataanen_US
dc.subjectEkonomi Islamen_US
dc.subjectTaqyuddin An-Nabhanien_US
dc.subjectEkonomi Kapitalismeen_US
dc.titleKonsep Pertumbuhan dan Pemerataan dalam Sistem Ekonomi Taqtuddin An-Nabhani (dengan Perbandingan Sistem Ekonomi Kapitalisme)en_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM970015


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record