| dc.description.abstract | Logam kromium (Cr) merupakan salah satu logam berat yang bersifat toksik, parsisten, dan berpotensi karsinogenik. Cr banyak dihasilkan dari aktivitas industri seperti penyamakan kulit, tekstil, dan pelapisan logam, sehingga keberadaannya dalam limbah cair menjadi perhatian serius. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji efisiensi penurunan kadar Cr dalam air menggunakan metode adsorpsi berbasis ampas tebu, serta mengetahui pengaruh penambahan asam humat terhadap peningkatan efektivitas adsorpsi. Penelitian ini dilakukan secara batch di Laboratorium Kualitas Air Program Studi Teknik Lingkungan Universitas Islam Indonesia. Parameter yang divariasikan meliputi pH, waktu kontak, dan konsentrasi awal Cr, sedangkan karakterisasi adsorben dilakukan menggunakan FTIR dan SEM. Dalam penelitian ini, digunakan ampas tebu sebagai adsorben yang telah dikarbonisasi pada suhu 350°C dan diayak dengan ukuran 50 mesh. Konsentrasi Cr dianalisis menggunakan SSA. Hasil karakterisasi menunjukkan adanya gugus hidroksil (-OH), karbonil (C=O), dan struktur aromatik pada ampas tebu, serta morfologi permukaan berpori yang mendukung proses adsorpsi. Kondisi optimum tercapai pada pH 3, waktu kontak 1440 menit, dan konsentrasi Cr 5 mg/L. Penambahan asam humat terbukti meningkatkan efisiensi adsorpsi mencapai 22,5%. Model isoterm yang sesuai adalah Langmuir dengan kapasitas maksimum adsorpsi sebesar 1,52 mg/g, sedangkan kinetika adsorpsi mengikuti model pseudo orde dua dengan konstanta laju K sebesar 0,0496 g/mg·menit. | en_US |