| dc.description.abstract | Pencemaran oleh logam berat di lahan pertanian kini menjadi masalah
lingkungan yang semakin mendesak, khususnya di daerah pesisir yang
memiliki kegiatan pariwisata serta pertanian yang padat. Kadmium (Cd),
logam berat berbahaya yang dapat terakumulasi di tanah dan tanaman,
mengancam kesehatan manusia dan menurunkan hasil pertanian. Tujuan
penelitian ini adalah untuk menentukan konsentrasi logam berat (Cd) di tanah
pertanian di Pantai Parangtritis, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa
Yogyakarta. Sebelas lokasi pertanian dan satu titik kontrol dipilih secara acak
untuk pengambilan sampel pada kedalaman 0–20 cm. Spektrofotometri
Serapan Atom (SSA) digunakan untuk mengukur kadar Cd, yang dinilai
menggunakan prosedur pencernaan asam sesuai dengan SNI 8910:2021.
Penelitian menemukan bahwa konsentrasi rata-rata Cd dalam tanah adalah
3,97 mg/kg, dengan kisaran 1,9 hingga 5,4 mg/kg. Sebagian besar sampel
berada di atas ambang batas WHO/FAO yaitu 3 mg/kg. Hal ini menunjukkan
bahwa tanaman pangan di sekitarnya, termasuk bawang merah, padi, dan
cabai, dapat mengakumulasi Cd, yang dapat membahayakan kesehatan
masyarakat. Oleh karena itu, diperlukan teknik pengelolaan lahan dan
penggunaan pupuk yang lebih ramah lingkungan untuk menurunkan risiko
pencemaran logam berat di wilayah pertanian pesisir. | en_US |