| dc.description.abstract | Sungai Oyo di Yogyakarta merupakan sumber daya air yang vital bagi
masyarakat dan ekosistem sekitarnya. Namun, keberadaannya menghadapi
tantangan pencemaran, terutama dari limbah domestik, pertanian, dan
aktivitas sosial yang berpotensi meningkatkan parameter kualitas air seperti
TDS, TSS, pH, DO, suhu, serta kontaminasi logam berat, khususnya timbal
(Pb). Penelitian ini bertujuan untuk memetakan sebaran konsentrasi timbal di
hilir Sungai Oyo menggunakan metode interpolasi spasial Inverse Distance
Weighted (IDW) dan menilai status mutu air berdasarkan dua pendekatan
utama, yaitu Indeks Pencemaran dan CCME-WQI. Data diambil melalui
pengukuran langsung di lapangan dan dianalisis secara komprehensif untuk
mendapatkan gambaran lengkap tentang kondisi kualitas air dan sebaran
logam berat di aliran Sungai Oyo. Pemetaan spasial sebaran konsentrasi
timbal dilakukan menggunakan perangkat lunak QGIS dengan teknik
interpolasi IDW. Analisis status mutu air dilakukan dengan membandingkan
hasil pengujian terhadap baku mutu yang berlaku serta menggunakan metode
Indeks Pencemaran dan CCME-WQI untuk menilai tingkat pencemaran dan
kategori mutu sungai secara dinamis dan periodik. Hasil pengukuran selama
tiga minggu menunjukkan bahwa parameter kualitas air Sungai Oyo, seperti
TDS, TSS, suhu, pH, DO, dan konsentrasi timbal (Pb), umumnya berada
dalam batas baku mutu yang ditetapkan, meskipun pada pengukuran kedua
dan ketiga, parameter TSS dan DO melebihi batas tersebut. Konsentrasi
timbal berkisar antara 0,0012–0,0338 mg/L. Secara keseluruhan, kualitas air
Sungai Oyo di Yogyakarta berada dalam kondisi cukup baik hingga tercemar
ringan, dengan sebagian besar parameter masih di bawah batas baku mutu
yang berlaku. | en_US |