Diagnosis Kesulitan Belajar Mata Pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) pada Siswa MTs Al-Mahalli Brajan Wonokromo Pleret Bantul (Studi Kasus terhadap Kesulitan Belajar Siswa yang berasal dari Sekolah Dasar)
Abstract
Diagnosa dalam dunia pendidikan sangat diperlukan melihat selama ini pendidikan menjadi tolak ukur kesuksesan peserta didik yang berada di lingkup sekolah maupun madrasah. Diagnose adalah sebuah langkah awal untuk mengetahui gejala-gejala yang terjadi di sekolah tentang perkembangan peserta didik yang berkaitan dengan penguasaan ilmu pengetahuan yang akan didapat dari system pendidikan formal, terutama kaitanya dengan penelitian ini adalah penguasaan mata pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam. Penelitian diagnosa ini, berkaitan dengan kesulitan belajar siswa dalam menguasai mata pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) di MTs Al-Mahalli Brajan Wonokromo Pleret Bantul. Hal ini melihat karena di Madrasah Tsanawiyah yang seharusnya lebih banyak lulusan Madrasah Ibtidaiyyah yang serumpun namun justru di MTs Al-Mahalli lebih banyak didominasi peserta didik dari lulusan SD (sekolah dasar), ini yang kemudian menjadi perhatian khusus dalam penelitian ini karena banyak peserta didik yang berkesulitan belajar terutama dalam menguasai mata pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam yang sebelumnya tidak banyak didapatkan di Sekolah Dasar. Sehingga Sejarah Kebudayaan Islam sebagai mata pelajaran yang sangat penting dalam keilmuan Islam membutuhkan perhatian khusus dengan metode diagnose agar mengetahui sejauhmana tingkat kesulitan peserta didik Lulusan SD dalam menguasai Sejarah Kebudayaan Islam di MTs Al-Mahalli. Banyak materi penting Sejarah Kebudayaan Islam yang seharusnya dapat dikuasai peserta didik seperti penguasaan nama tokoh-tokoh Islam,budaya kejayaan Islam, wilayah- wilayah Islam masa lalu dan saat ini, dan perkembangan pemikiran Islam, namun hal ini masih dirasa sulit peserta didik yang berasal dari Lulusan Sekolah Dasar. Melihat lulusan Sekolah Dasar (SD) pola pikirnya masih banyak menguasai pelajaran-pelajaran yang umum sehingga sulit untuk berfikir luas dan menghafalkan khususnya mata pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam yang pola pikimya lebih banyak ilmu Keislaman, sehingga sangat diperlukan langkah-langkah diagnosa agar gejala kesulitan belajar peserta didik dapat diketahui lebih dini dan mendapatkan rekomendasi belajar lebih lanjut, ada pun peneliti menggunakan langkah-langkah diagnosa kesulitan belajar peserta didik, seperti: (1) identifikasi, (2) menentukan prioritas, (3) menentukan potensi, (4) menentukan taraf kemampuan dalam bidang yang perlu diremediasi, (5) menentukan gejala kesulitan, (6) menganalisis factor-faktor yang terkait, dan (7) menyusun rekomendasi untuk pengajaran remedial. Dari hasil langkah-langkah diagnose ini peneliti menerapkan penelitian dengan metode kualitatif terhadap peserta didik yang berada di kelas 7, 8, dan 9 tahun pelajaran 2014/2015 dengan hasil agar mengetahui lebih banyak tingkat kesulitan belajar Sejarah Kebudayaan Islam khususnya yang berasal dari Lulusan Sekolah Dasar (SD). Dengan ini, penelitian dengan judul "Diagnosis Kesulitan Belajar Siswa dalam Mata Pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam pada Siswa MTs Al-Mahalli Brajan Wonokromo Pleret Bantul" peneliti mencoba menggambaran lengkap dari apa yang diteliti, khususnya kesulitan belajar yang dialami peserta didik lulusan Sekolah Dasar.
Collections
- Master of Islamic Studies [1637]
