| dc.description.abstract | Polusi udara merupakan salah satu isu lingkungan yang berdampak
signifikan terhadap kesehatan manusia dan kualitas lingkungan. Pandemi
Covid-19 yang terjadi sejak awal 2020 mempengaruhi aktivitas masyarakat
dan berpotensi memberikan dampak terhadap kualitas udara. Penelitian ini
bertujuan untuk menganalisis tren temporal dan perbedaan konsentrasi
polutan udara (SO2, PM10, CO, dan O3) pada periode sebelum, saat, dan
sesudah pandemi Covid-19, serta memetakan sebaran konsentrasi SO2 dan
NO2 secara spasial di Kota Yogyakarta dan Kabupaten Sleman. Data yang
digunakan berupa Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) untuk parameter
SO2, PM10, CO, dan O3, yang dianalisis menggunakan uji Mann-Kendall
untuk mendeteksi tren, serta uji Shapiro-Wilk untuk normalitas, diikuti uji-t
berpasangan atau Wilcoxon Signed Rank untuk perbedaan signifikan
antarperiode. Analisis spasial dilakukan dengan metode interpolasi Inverse
Distance Weighting (IDW) pada perangkat lunak QGIS. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa PM10 meningkat signifikan saat pandemi Covid-19
hingga sesudah pandemi Covid-19. CO mengalami penurunan signifikan
sebelum pandemi Covid-19 hingga saat pandemi Covid-19. Konsentrasi SO2,
PM10, dan CO dibeberapa periode menunjukan perbedaan yang signifikan,
sedangkan O3 tidak mengalami perbedaan yang signifikan antar periode
akibat sifatnya sebagai polutan sekunder. Pada Pemetaan spasial mengungkap
dinamika distribusi SO2 dan NO2 yang dipengaruhi oleh aktivitas transportasi,
perkantoran, dan industri. | en_US |