| dc.description.abstract | Identitas sebagai penggemar K-pop terbukti menjadi faktor penting yang
memengaruhi kesehatan mental, khususnya bagi remaja dan dewasa muda.
Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui seberapa erat hubungan antara identitas
penggemar dengan kesejahteraan psikologis di kalangan komunitas penggemar K-
pop. Menggunakan metode kuantitatif dengan desain korelasional, penelitian ini
melibatkan 178 penggemar K-pop. Partisipan dipilih secara sengaja (purposive
sampling), terdiri dari 120 perempuan (67%) dan 58 laki-laki (33%). Untuk
mengukur variabel, digunakan Fan Identity Scale diadaptasi dari Vinney et al.
(2019) dan Psychological Well-Being Scale diadaptasi dari Ryff & Keyes, (2010).
Kedua alat ukur ini menunjukkan keandalan yang tinggi. Hasil analisis korelasi
Spearman menunjukkan adanya hubungan yang positif dan signifikan antara
kuatnya identitas penggemar dan tingkat kesejahteraan psikologis (r_s = 0,354, p <
0,001$) yang artinya, semakin kuat seseorang mengidentifikasi dirinya sebagai
penggemar maka semakin baik pula kondisi psikologisnya. Data deskriptif
menunjukkan bahwa mayoritas (74,2%) partisipan memiliki kesejahteraan
psikologis tingkat sedang, sementara 30% menunjukkan identitas penggemar yang
tinggi. Secara keseluruhan, penelitian ini menggarisbawahi bahwa identitas
penggemar K-pop yang kuat berkaitan erat dengan kesejahteraan psikologis yang
lebih baik. Oleh karena itu, penelitian ini menyarankan agar identitas penggemar
dipertimbangkan sebagai aspek penting dalam upaya mendukung dan
meningkatkan kesehatan mental di kalangan penggemar K-pop. | en_US |