• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Islamic Studies
    • Islamic Law
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Islamic Studies
    • Islamic Law
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Tinjauan Hukum Islam terhadap Praktik Perkawinan Matrilokal Tanean Lanjheng (Studi Kasus Dusun Betambak, Desa Katol Barat, Kecamatan Geger Bangkalan)

    Thumbnail
    View/Open
    21421112.pdf (3.258Mb)
    Date
    2025
    Author
    Anam, Syaiful
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Penelitian ini membahas praktik perkawinan matrilokal dalam sistem Tanean Lanjheng yang menjadi bagian dari budaya masyarakat Madura, khususnya di Dusun Betambak, Desa Katol Barat, Kecamatan Geger, Bangkalan. Tradisi ini menempatkan pasangan suami istri untuk tinggal di lingkungan keluarga besar pihak istri setelah menikah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana praktik tersebut dijalankan dalam kehidupan masyarakat serta meninjau kesesuaiannya dengan prinsip-prinsip hukum Islam, khususnya dalam hal kepemimpinan suami (qawwamah) dan tanggung jawab nafkah tempat tinggal. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan analisis normatif-sosiologis, yakni menggabungkan kajian hukum Islam dengan realitas sosial masyarakat. Data diperoleh melalui studi pustaka dan wawancara dengan 1 tokoh masyarakat, 1 tokoh agama, serta 4 pasangan suami istri yang tinggal secara matrilokal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem matrilokal Tanean Lanjheng berakar pada nilai-nilai kebersamaan, solidaritas, dan keamanan sosial yang diwariskan secara turun-temurun. Secara hukum Islam, praktik ini tidak bertentangan secara langsung dengan syariat selama suami tetap menjalankan fungsinya sebagai kepala keluarga dan tidak terjadi intervensi yang berlebihan dari keluarga besar istri. Namun, dalam praktiknya terdapat potensi konflik dan ketergantungan ekonomi yang perlu diantisipasi dengan komunikasi dan pemahaman keagamaan yang baik. Oleh karena itu, Islam memberikan solusi jalan tengah, yaitu tetap menjaga kedekatan dengan keluarga besar tanpa harus kehilangan kemandirian rumah tangga. Penelitian ini menyimpulkan bahwa tradisi matrilokal dapat dipertahankan sebagai bagian dari identitas budaya masyarakat Madura, selama pelaksanaannya selaras dengan prinsip-prinsip keadilan, tanggung jawab, dan keharmonisan dalam hukum Islam.
    URI
    https://dspace.uii.ac.id/123456789/60133
    Collections
    • Islamic Law [923]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV