Show simple item record

dc.contributor.authorAkbar, Nico Restu
dc.date.accessioned2026-02-02T06:33:17Z
dc.date.available2026-02-02T06:33:17Z
dc.date.issued2025
dc.identifier.uridspace.uii.ac.id/123456789/60102
dc.description.abstractPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Peraturan Mahkamah Agung (PERMA) No. 5 Tahun 2019 terhadap putusan hakim dalam perkara dispensasi kawin di Pengadilan Agama Wonosobo. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan pendekatan yuridis-sosiologis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PERMA ini telah mengubah paradigma pertimbangan hakim dari sekadar administratif menjadi lebih substansial dan berorientasi pada perlindungan hak anak. Hakim dituntut untuk menggali kesiapan anak secara fisik dan psikis, serta mempertimbangkan rekomendasi psikolog dan aspek sosial-budaya. Meskipun demikian, implementasi PERMA masih menghadapi tantangan berupa resistensi budaya, tekanan sosial, keterbatasan akses layanan psikologi, dan belum adanya sistem monitoring pasca putusan. Penurunan angka permohonan dispensasi kawin setelah 2021 menjadi indikator bahwa regulasi ini mulai memberikan dampak positif dalam menekan angka pernikahan anak di wilayah Wonosobo.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectPERMA No. 5 Tahun 2019en_US
dc.subjectDispensasi Kawinen_US
dc.subjectPengadilan Agamaen_US
dc.subjectHakimen_US
dc.subjectPerlindungan Anaken_US
dc.titlePengaruh Perma No 5 Tahun 2019 Terhadap Putusan Hakim Pengadilan Agama Wonosobo Tentang Dispensasi Kawinen_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM21421015


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record