Pyongyang Marathon Sebagai Instrumen Diplomasi Publik Korea Utara 2014-2025
Abstract
Penelitian ini membahas pemanfaatan Pyongyang Marathon sebagai instrumen diplomasi publik oleh Korea Utara dalam periode 2014–2025. Masalah utama yang diangkat adalah bagaimana negara yang selama ini dikenal tertutup dan mengalami isolasi internasional berusaha membangun citra positif melalui ajang olahraga internasional. Analisis dilakukan dengan mengacu pada teori diplomasi publik, konsep soft power (Nye 2004). Argumen sementara penelitian ini adalah bahwa Pyongyang Marathon tidak hanya menjadi kegiatan olahraga, tetapi juga strategi politik simbolik yang memungkinkan Korea Utara merepresentasikan diri sebagai negara aman, modern, dan terbuka. Temuan penelitian menunjukkan bahwa melalui penyelenggaraan maraton, Korea Utara berhasil menciptakan ruang diplomasi publik yang memperlihatkan wajah alternatif dari citra negatif yang sering ditampilkan media internasional. Representasi visual, testimoni peserta asing, serta pemilihan rute yang melewati ikon nasional menjadi bagian dari strategi pencitraan yang terstruktur. Meskipun dampak langsung terhadap kerja sama politik formal masih terbatas, Pyongyang Marathon berkontribusi pada pelembutan citra Korea Utara dan membuka jalur interaksi non- konfrontatif dengan dunia luar.
Collections
- International Relations [1021]
