Show simple item record

dc.contributor.authorJamroni
dc.date.accessioned2026-01-31T07:47:53Z
dc.date.available2026-01-31T07:47:53Z
dc.date.issued2005
dc.identifier.urihttps://dspace.uii.ac.id/123456789/60053
dc.description.abstractTahun-tahun terakhir ini merupakan tahun kebangkitan gerakan ekonomi Islam, hal ini antara lain ditandai semakin banyak bermunculan bank-bank konvensional menggunakan atribut syari'ah dan lembaga-lembaga keuangan mikro yang berbasis syar'i seperti BMT. Seseorang mendirikan suatu lembaga tentu memiliki maksud dan tujuan. aktivitas untuk mencapai maksud dan tujuan tersebut, sangat dipengaruhi oleh motif yang ada pada dirinya. Aktivitas mencapai suatu tujuan berdasar motifnya ini disebut motivasi. Jika dicermati, label atau atribut syari'ah yang ada pada bank konvensional tidak lebih sebagai upaya untuk dapat lebih bersaing dan merebut hati masyarakat yang secara umum memiliki emosional fanatisme religius yang tinggi. Hal ini pula rupanya yang menjadi daya tarik tersendiri bagi sebagian masyarakat untuk berupaya mendirikan lembaga keuangan mikro yang berbasis syari'ah dalam bentuk Lembaga Keuangan Syari'ah (LKS) maupun Unit Jasa Keuangan Syari'ah (UJKS) seperti Baytul Mal wat-Tamwil (BMT). Penelitian ini bersifat field research, didesain dengan metode deskriptif kualitatif, dengan sampel 10 dari 25 BMT anggota FORMES, dan pengambilan sampelnya dilakuakan secara porposif random sampling yang ditentukan berdasar pada besar-kecilnya aset yang dimiliki. Data penelitian ini digali melalui wawancara, kuesioner dan dokumentasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui motivasi para pendiri mendirikan BMT di wilayah Kabupaten Sleman khususnya yang tergabung dalam FORMES. Dari hasil analisa menunjukkan bahwa motivasi pendiri mendirikan BMT secara umum tinggi, hal itu tunjukkan oleh tingginya pengetahuan yang dimiliki oleh pendiri sebelum mendirikan BMT, yakni nilai rata-rata 17,1 dari 20 atau 86 % dari skor maximum; keyakinan terhadap penilaian BMT sebagai lembaga keuangan syari'ah yang baik, yakni nilai rata-rata 17 dari 20 atau 84 % dari nilai maximum; dan harapan yang kuat terhadap kemajuan ekonomi Islam, peningkatan kesejahteraan masyarakat/umat, dengan nilai rata-rata 19 dari 20 atau 90,25% dari skor maximum. Melihat realita tersebut, maka yang harus dilakukan oleh Pemerintah khususnya Departemen Koperasi yang secara langsung menaungi BMT, hendaknya memberdayakan para akademisi dan ulama, untuk memberikan bimbingan dan pendampingan secara intensif dan terpadu kepada para pendiri BMT supaya dapat berkembang dan tidak stagnan apalagi mati.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectMotivasien_US
dc.subjectBMTen_US
dc.subjectForum Komunikasi Ekonomi Syari'ahen_US
dc.titleMotivasi Pendirian BMT (Studi Kasus BMT-BMT Anggota Forum Komunikasi Ekonomi Syari'ah (FORMES) di Kabupaten Sleman)en_US
dc.typeThesisen_US


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record