| dc.description.abstract | Kecemasan merupakan salah satu gejala psikologis yang banyak dialami oleh
mahasiswa, terutama akibat tingginya tuntutan akademik dan tekanan psikologis.
Kondisi ini dapat berdampak negatif terhadap kesejahteraan mental dan capaian
akademik. Mindfulness dipandang sebagai faktor protektif yang berpotensi
membantu mahasiswa dalam mengelola kecemasan. Penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui hubungan antara mindfulness dan kecemasan pada mahasiswa.
Partisipan berjumlah 192 mahasiswa program Sarjana (S1) maupun Diploma
dengan rentang usia 18-25 tahun, baik yang mengalami gejala kecemasan maupun
tidak. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif korelasional dengan instrumen
Five Facet Mindfulness Questionnaire (FFMQ) 10-item Indonesia short version
untuk mengukur mindfulness dan Zung Self-Rating Anxiety Scale (SAS) untuk
mengukur kecemasan. Hasil uji korelasi menunjukkan adanya hubungan negatif
yang signifikan antara mindfulness dan kecemasan (r = -0.619, p < 0.001), dengan
dimensi Acting with Awareness dan Non-Judging of Inner Experience memiliki
korelasi negatif paling kuat terhadap kecemasan. Temuan ini menegaskan bahwa
tingkat mindfulness yang lebih tinggi berkaitan dengan rendahnya kecemasan yang
dialami. Hal ini memberikan implikasi bagi pengembangan program peningkatan
mindfulness di kalangan mahasiswa, dengan mempertimbangkan kedua dimensi
tersebut sebagai target utama dalam penanganan gejala afektif. | en_US |