Konsep Pendidikan Islam Seyyed Hossein Nasr (Telaah Filsafat Islam)
Abstract
Modernisasi pendidikan Islam yang dilakukan dengan jalan mengadopsi sistem pendidikan Barat ternyata menimbulkan krisis dalam masyarakat Islam. Yakni umat Islam menjadi kering dari aspek sakral dan abadi. Akibatnya berbagai peristiwa negatif dan sikap yang tidak berlandas kepada moral agama, banyak menimpa sebagian anak bangsa. Problema yang dihadapi manusia tersebut menghendaki visi dan orientasi pendidikan yang tidak semata-mata menekankan pengisian otak, tetapi juga pengisian jiwa, pembinaan akhlak dan kepatuhan menjalankan ibadah. Sebuah pendidikan yang tersinari prinsip-prinsip keilahian, Nasr menyebutnya dengan istilah pengetahuan kesucian (science sacra). Agar memperoleh kejelasan pengertian dan memberikan arahan, maka pokok bahasan dalam penelitian ini menerangkan bagaimana konsep dasar pendidikan Islam Seyyed Hossein Nasr. Tujuan dan kegunaan yang hendak dicapai dari penelitian ini adalah berusaha menjelaskan dan memaparkan konsep pendidikan Islam Seyyed Hossein serta hal-hal yang terkait dengan konsep tersebut. Memberikan kontribusi konsepsional dalam usaha pengembangan ilmu bagi dunia pendidikan Islam di Indonesia. Metode yang digunakan adalah taksonomi analisis; analisis yang tidak hanya berupa penjelajahan umum tentang konsep pendidikan Islam Seyyed Hossein Nasr, melainkan juga memusatkan perhatian pada domain tertentu, yaitu mengenai pengetahuan kesucian (science sacra) sehingga sangat berguna untuk menggambarkan fenomena atau masalah yang menjadi sasaran penelitian ini. Adapun analisis yang digunakan adalah model analisis deduksi; yaitu mengawali suatu pemahaman yang telah digeneralisasi mengenai konsep pendidikan Islam, kemudian menarik kesimpulan yang bersifat khusus dengan memberikan penekanan serta penjelasan tentang pendidikan Islam Seyyed Hossein Nasr. Hasil penelitian ini memberi kesimpulan bahwa semangat eternalitas keabadian yang ditawarkan Seyyed Hossein Nasr dengan science sacra-nya -- harus selalu terintegrasikan dalam semua aspek pendidikan. Mengintegrasikan berbagai pengetahuan umum modern ke dalam ikatan tauhid. Dengan demikian pendidikan Islam diharapkan tidak hanya menekankan aspek rasionalitas, tetapi dibarengi latihan-latihan yang memungkinkan pemerolehan kualitas moral dan spiritual, sehingga mampu mengatasi krisis kemanusiaan modern saat ini.
Collections
- Master of Islamic Studies [1637]
