• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Civil Engineering and Planning
    • Civil Engineering
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Civil Engineering and Planning
    • Civil Engineering
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Analisis Pengaruh Perubahan Tata Guna Lahan Terhadap Debit Banjir di Das Moyo, Kabupaten Sumbawa

    Thumbnail
    View/Open
    21511191.pdf (10.26Mb)
    Date
    2025
    Author
    Muslim, Muhammad Khairil
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Pertumbuhan penduduk di Kabupaten Sumbawa berdampak signifikan terhadap perubahan tata guna lahan, khususnya di Daerah Aliran Sungai (DAS) Moyo yang telah ditetapkan sebagai DAS prioritas nasional dalam RPJMN 2020–2024. Peningkatan jumlah penduduk sebesar 32,7% sejak tahun 2010 mendorong alih fungsi lahan dari kawasan resapan menjadi area terbangun. Perubahan ini menurunkan kapasitas infiltrasi tanah dan meningkatkan limpasan permukaan, sehingga memperbesar risiko banjir. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh perubahan tutupan lahan terhadap debit banjir. Penelitian ini menggunakan pendekatan analisis hidrologi dan spasial, dengan data tutupan lahan yang diperoleh dari Citra Satelit Landsat 8 untuk tahun 2000, 2010, 2018, 2021, dan 2024. Pengolahan data dilakukan menggunakan perangkat lunak Microsoft Excel dan QGIS. Data curah hujan dianalisis menggunakan Metode Poligon Thiessen serta distribusi probabilitas untuk mengetahui sebaran hujan. Selanjutnya, analisis hujan efektif dilakukan dengan metode SCS-CN, sedangkan perhitungan debit banjir dilakukan menggunakan metode Hidrograf Satuan Sintetik (HSS) SCS, Nakayasu, Limantara, dan Snyder-Alexeyev. Berdasarkan hasil analisis diperoleh bahwa nilai CN meningkat dari 63,707 pada tahun 2000 menjadi 67,642 pada 2024 (kenaikan kumulatif 20,595%). Debit banjir kala ulang 50 tahun dihitung menggunakan empat metode HSS, dengan hasil tertinggi dari metode Limantara sebesar 380,076 m3/detik, diikuti oleh HSS SCS sebesar 328,076 m3/detik, Snyder-Alexeyev sebesar 161,352 m3/detik, dan Nakayasu sebesar 153,815 m3/detik. Hasil ini menunjukkan bahwa peningkatan tutupan lahan kedap air secara signifikan meningkatkan debit puncak banjir, sehingga pengendalian tata guna lahan menjadi kunci dalam mitigasi banjir dan pengelolaan DAS yang berkelanjutan.
    URI
    dspace.uii.ac.id/123456789/60022
    Collections
    • Civil Engineering [4729]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV