• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Thesis
    • Master of Civil Engineering and Planning
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Thesis
    • Master of Civil Engineering and Planning
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Analisis Tingkat Kerusakan Jalan Menggunakan Metode Sdi dan Iri Serta Prediksi Kerusakan dan Penanganan Menggunakan Metode Markov Chain (Studi Kasus: Jl. Raya Tajem Yogyakarta)

    Thumbnail
    View/Open
    21914031.pdf (5.374Mb)
    Date
    2025
    Author
    Ramadani, Muhammad Galih
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Jalan merupakan infrastruktur yang sangat penting dalam transportasi. Oleh karena itu, kondisi perkerasan jalan merupakan faktor utama yang menjadi pusat perhatian. Kondisi jalan yang rusak tentunya akan mengganggu kenyamanan dan membahayakan pengguna jalan yang melewati jalan tersebut. Secara teknis, kerusakan jalan menunjukkan suatu kondisi dimana jalan sudah tidak mampu memberikan pelayanan optimal. Pemeliharaan ini bertujuan untuk bisa membangun jalan agar bisa membuat pengguna jalan menjadi lebih baik dan mengetahui kondisi jalan akan semakin baik dari tahun ke tahunnya Metode yang digunakan untuk mengetahui nilai kerusakan jalan adalah metode SDI dan IRI, kemudian penyusunan program pemeliharaan adalah metode Markov Chain, dimana SDI untuk mengetahui kerusakan jalan secara visual, metode IRI digunakan untuk menilai ketidakrataan permukaan jalan, sedangkan metode Markov Chain untuk memprediksi program kerusakan jalan selama lima tahun ke depan. Berdasarkan hasil penelitian, Hasil rata-rata evaluasi kondisi perkerasan lentur pada ruas Jalan Raya Tajem sepanjang 3,50 Km berdasarkan metode SDI dan metode IRI masing-masing kondisi Baik senilai 0,00% dan 62,86%, sedang senilai 22,00% dan 37,14%, rusak ringan senilai 37,14% dan 0,00%, dan tidak terdapat rusak berat. Penanganan pemeliharaan dengan pendekatan Markov Chain didapat jenis-jenis perbaikan retak yaitu pengaspalan atau pengisian. Untuk lubang yaitu perataan, bekas roda yaitu perataan, penurunan yaitu perataan, dan lepas-lepas perbaikan bisa berupa pengaspalan. Selain melakukan perbaikan pada kerusakan dapat dilakukan lapis tambahan non struktural untuk memperbaiki kontur jalan dan kualitas layanan pengendara.
    URI
    dspace.uii.ac.id/123456789/60018
    Collections
    • Master of Civil Engineering and Planning [219]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV