| dc.description.abstract | Pada masyarakat Islam pertama, masjid menjadi pusat kehidupan masyarakat dan berfungsi sebagai pusat bagi pendidikan masyarakat. Masjid -baik sebagai lembaga tempat maupun lembaga nilai-- bergerak mendidik individu, masyarakat, dan lingkungan. Begitu juga dalam sejarah Indonesia, masjid memainkan perannya sebagai lembaga pendidikan yang pertama kali. Persoalan terkini adalah, fungsi pendidikan sudah diambil alih oleh lembaga-lembaga di luar masjid. Meski demikian, dengan melihat masih digunakannya masjid sebagai pusat sosialisasi dan interaksi umat, diyakini masjid tetap berpotensi sebagai pusat pendidikan masyarakat. Pemikiran inilah yang mendasari penelitian tesis ini dengan mengambil lokasi penelitian di Kabupaten Temanggung. Terdapat dua permasalahan pokok yang ingin dijawab dalam penelitian ini, yaitu: 1) Dalam hal apa saja masjid berfungsi sebagai sarana pendidikan di kabupaten Temanggung? 2) Bagaimana pengelolaan masjid sebagai sarana pendidikan di kabupaten Temanggung dan faktor apa yang menjadi pendukung dan penghambatnya? Penelitian ini adalah studi lapangan dan bersifat kualitatif. Obyek materialnya berupa masjid di Kabupaten Temanggung Provinsi Jawa Tengah, khususnya masjid se-Kecamatan Bansari dan Kecamatan Tlogomulyo. Kegiatan penelitian dilakukan pada bulan Mei sampai dengan Desember tahun 2008. Metode pengumpulan data melalui kuisioner, diskusi kelompok, observasi dan dokumentasi. Analisa data menggunakan metode deskriptif analitik melalui langkah-langkah interpretasi, induksi-deduksi, heuristika,dan deskripsi. Berdasarkan hasil penelitian dan analisa terhadapnya, disimpulkan bahwa masjid berfungsi sebagai sarana pendidikan di Kabupaten Temanggung terletak pada penyelenggaraan kegiatan-kegiatan imarah. Pengelolaannya bertipe pasif dan berjenjang rendah. Faktor kendala dan potensi terdapat pada tiga hal yaitu takmir, dana dan jamaah. | en_US |