Konsep Akhlak Menurut Hamka (Pendekatan Filosofis Paedagogis)
Abstract
"Hamka" adalah singkatan dari Haji Abdul Malik karim Amrullah sebagai sebutan yang diberikan masyarakat Minangkabau Sumatra Barat setelah beliau menunaikan ibadah haji. Kemudian digelari pula oleh mereka "Engkau Haji Datuk Indomo". Sedangkan nama pada masa kecilnya ialah Abdul Malik. Dan reputasi intelektualitasnya diakui oleh para pakar agama baik nasional maupun international. Ini terbukti dari anugrah yang diperolehnya dari Universitas Al-Azhar Kairo Mesir berupa gelar "Doktor Honoris Causa" serta dari pemerintahan Malaysia dengan gelar kehormatan yang sama. Adapun puncak reputasi dalam lingkungan akademik yaitu sebagai Guru Besar (Profesor)" dalam materi Tasawuf. Sedangkan akhir organisasi yang diembannya, menjadi Ketua Umum Majlis Ulama Indonesia ( MUI). Tujuan penelitian ini untuk menggali, mengkaji dan menganalisis pemikiran Hamka di bidang Akhlak, agar dapat menjadi pengetahuan bagi penulis khususnya dan seluruh manusia pada umumnya. Penelitian kualitatif (library research) ini menggunakan metode telaah dengan membedah buku-buku (studi kepustakaan) produk Hamka dan yang lainnya yang berhubungan dengan akhlak. Buku-buku primer produk Hamka yang penulis teliti adalah Akhlakul Karima, Tasauf Modern, Tasauf Perkembangan dan Pemurniannya, Tasfir Al-Azhar, dan Lembaga Budi. Teknis analisisnya menggunakan dedukatif analitik dengan pendekatannya menggunakan langka- langkah antara lain, menggeneralisasi definisi akhlak menganalisis dan membuat gambaran konsepnya menurut Hamka. Simpulan hasil penelitian ini menggambarkan bahwa paradigma konsep akhlak menurut Hamka bercorak Tauhidi Tasawufi. Dengan argumentasi, yaitu pemikiran Hamka tentang akhlak ternyata berazaskan (berorientasi ) kepada tauhid yaitu yang berfungsi sebagai hakikat pembentuk budi manusia dengan meng-Esa-kan Zat yang meliputi dan menguasai seluruh alam benda maujud. Sedangkan yang bercorak tasawuf, bahwa ajaran tasawuf hanya bersifat transenden yakni bagaimana cara mendekati diri kepada Allah swt sesuai dengan pola kehidupan Rasulullah saw dan para sahabatnya. Adapun ajaran akhlak bersifat transenden dan imanen.
Collections
- Master of Islamic Studies [1637]
