• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Thesis
    • Master of Islamic Studies
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Thesis
    • Master of Islamic Studies
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Konsep Akhlak Menurut Hamka (Pendekatan Filosofis Paedagogis)

    Thumbnail
    View/Open
    990242.pdf (4.787Mb)
    Date
    2002
    Author
    Sayuti, Dadang
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    "Hamka" adalah singkatan dari Haji Abdul Malik karim Amrullah sebagai sebutan yang diberikan masyarakat Minangkabau Sumatra Barat setelah beliau menunaikan ibadah haji. Kemudian digelari pula oleh mereka "Engkau Haji Datuk Indomo". Sedangkan nama pada masa kecilnya ialah Abdul Malik. Dan reputasi intelektualitasnya diakui oleh para pakar agama baik nasional maupun international. Ini terbukti dari anugrah yang diperolehnya dari Universitas Al-Azhar Kairo Mesir berupa gelar "Doktor Honoris Causa" serta dari pemerintahan Malaysia dengan gelar kehormatan yang sama. Adapun puncak reputasi dalam lingkungan akademik yaitu sebagai Guru Besar (Profesor)" dalam materi Tasawuf. Sedangkan akhir organisasi yang diembannya, menjadi Ketua Umum Majlis Ulama Indonesia ( MUI). Tujuan penelitian ini untuk menggali, mengkaji dan menganalisis pemikiran Hamka di bidang Akhlak, agar dapat menjadi pengetahuan bagi penulis khususnya dan seluruh manusia pada umumnya. Penelitian kualitatif (library research) ini menggunakan metode telaah dengan membedah buku-buku (studi kepustakaan) produk Hamka dan yang lainnya yang berhubungan dengan akhlak. Buku-buku primer produk Hamka yang penulis teliti adalah Akhlakul Karima, Tasauf Modern, Tasauf Perkembangan dan Pemurniannya, Tasfir Al-Azhar, dan Lembaga Budi. Teknis analisisnya menggunakan dedukatif analitik dengan pendekatannya menggunakan langka- langkah antara lain, menggeneralisasi definisi akhlak menganalisis dan membuat gambaran konsepnya menurut Hamka. Simpulan hasil penelitian ini menggambarkan bahwa paradigma konsep akhlak menurut Hamka bercorak Tauhidi Tasawufi. Dengan argumentasi, yaitu pemikiran Hamka tentang akhlak ternyata berazaskan (berorientasi ) kepada tauhid yaitu yang berfungsi sebagai hakikat pembentuk budi manusia dengan meng-Esa-kan Zat yang meliputi dan menguasai seluruh alam benda maujud. Sedangkan yang bercorak tasawuf, bahwa ajaran tasawuf hanya bersifat transenden yakni bagaimana cara mendekati diri kepada Allah swt sesuai dengan pola kehidupan Rasulullah saw dan para sahabatnya. Adapun ajaran akhlak bersifat transenden dan imanen.
    URI
    https://dspace.uii.ac.id/123456789/60006
    Collections
    • Master of Islamic Studies [1637]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV